Ditolak Bulog Kemendag Tetap Akan Impor Beras

impor beras
Kantor pusat Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia | Foto : instagram kemendag

JoSS, JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menegaskan tetap akan melakukan impor beras kendati Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso telah menyatakan penolakan terhadap rencana kebijakan  tersebut.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan mengatakan impor beras tetap berjalan sesuai keputusan yang telah ditetapkan dalam rapat koordinasi di tingkat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebanyak 2 juta ton hingga akhir tahun ini.

Hal ini juga ditandai dengan Persetujuan Impor (PI) yang telah dikeluarkan oleh kementeriannya. “Tetap berjalan. Buktinya PI-nya tidak saya cabut,” ucap Oke, Selasa (18/9) seperti dikutip dari CNN.

Dia menuturkan persetujuan impor beras sebanyak dua juta ton diberikan secara bertahap, yakni 500 ribu ton sebanyak dua kali pada Januari dan Maret 2018, dan satu juta ton pada April 2018.

Berdasarkan data Kemendag, impor beras yang telah masuk ke dalam negeri hingga paruh pertama tahun ini mencapai 1 juta ton. Sedangkan untuk semester kedua ini tepatnya hingga lalu, sekitar 300 ribu ton beras tercatat sudah masuk. Dengan demikian, total impor beras yang sudah masuk hingga saat ini mencapai 1,3 juta ton dari target 2 juta ton.

Sementara data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pasti realisasi impor beras pada Agustus 2018 sebanyak 326.837 ton dengan nilai impor mencapai US$151,6 juta. Beras tersebut didatangkan dari Vietnam dan Thailand.

Guna memuluskan sisa impor beras yang belum masuk, Kemendag telah mengeluarkan perpanjangan izin impor pada Juli dan Agustus 2018 sesuai permintaan Bulog. Hal ini tentunya bertentangan dengan kebijakan badan perberasan nasional tersebut.

Baca juga : Tak Dapat Izin Industri Pabrik Pengolahan Rajungan Tutup

Sebelumnya, Direktur Utama Bulog Budi Waseso menegaskan kebutuhan beras nasional saat ini masih bisa dicukupi oleh stok dalam negeri, untuk itu Indonesia tidak perlu impor beras.

Pria yang akrab dipanggil Buwas ini menyebutkan menyebut stok beras di gudang Bulog hingga September masih sekitar 2,4 juta ton. Bahkan, ia mengestimasi jumlah pasokan akan bertambah menjadi 3 juta ton pada akhir tahun yang berasal dari dalam negeri.

“Boleh kata ada perintah (impor) sampai 1 miliar ton pun kepada saya sebagai pelaksana, tapi saya harus tahu persis kebutuhan dan situasinya seperti apa, perlu atau tidak. Insyaallah, perhitungan saya sampai akhir tahun tidak perlu impor,” ucapnya.

Dia mengaku meski mengantongi izin impor dari Kementerian Perdagangan, namun gudang Bulog saat ini sudah penuh. Jika tetap mengimpor, pihaknya justru akan kerepotan dan harus menyewa gudang untuk menampung beras tersebut.

“Perintah kemarin dari Menteri Koordinator Perekonomian (Darmin Nasution) dan Menteri Perdagangan (Enggartiasto Lukita) bahwa kami harus impor 1 juta ton, tapi kami mau taruh di mana beras itu? Kecuali Menteri Perdagangan menyiapkan gudang atau kantornya beliau mau dipakai jadi gudang beras,” ungkap dia.

Bahkan, ia mengestimasi dengan potensi pasokan beras sampai 3 juta ton pada akhir tahun, justru Indonesia bisa mulai mengekspor beras pada tahun depan. “Insyaallah, justru jangan-jangan tahun depan bisa ekspor,” celetuknya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*