KUDUS, JOSS.CO.ID – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muria Kudus (BEM UMK) menggelar sosialisasi kesehatan mental bagi masyarakat di Alun-Alun Simpang 7 Kudus, Minggu (11/10/2026).
Bertepatan dengan kegiatan Car Free Day (CFD), aksi nyata ini menjadi langkah konkret mahasiswa UMK dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan mental dan fisik, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di ruang publik.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh akses terhadap pendidikan kesehatan mental, pemeriksaan kesehatan gratis, dan tes psikologi gratis. Pemeriksaan kesehatan melibatkan tim kesehatan Dokmil Rumah Sakit (RS) Kartika Kudus dan Dokpol (Kedokteran Kepolisian), sedangkan layanan tes psikologi difasilitasi oleh KPT Insight UMK.
Suksesnya acara ini tak lepas dari kolaborasi BEM UMK dengan berbagai pihak strategis, meliputi:
- Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Psikologi UMK
- Kepolisian Resor (Polres) Kudus
- Komando Distrik Militer (Kodim) Kudus
- Tim kesehatan Dokmil RS Kartika Kudus
- KPT Insight UMK
Sinergi kuat antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan instansi daerah ini membuktikan komitmen bersama dalam menghadirkan edukasi serta layanan kesehatan yang berdampak langsung bagi masyarakat umum.
Tak hanya fokus pada layanan medis dan psikologis, BEM UMK juga menggelar aksi berbagi untuk menyebarkan kebahagiaan serta semangat positif. Sebanyak 200 bunga mawar, 100 cokelat, 100 permen, serta 50 bibit pohon dibagikan secara cuma-cuma kepada warga yang beraktivitas di arena CFD.
Menariknya, setiap bingkisan disertai dengan pesan afirmasi positif sebagai bentuk dukungan emosional dan ajakan untuk menghargai diri sendiri maupun orang lain. Pembagian dilakukan secara tematik:
- Bunga Mawar: Diberikan khusus kepada para ibu.
- Cokelat & Permen: Diberikan untuk membahagiakan anak-anak.
- Bibit Pohon: Diberikan kepada masyarakat umum, termasuk para bapak.
Melalui aksi sederhana ini, BEM UMK ingin menyampaikan pesan mendalam bahwa setiap individu memiliki nilai dan sangat berharga. Dukungan emosional, perhatian, serta interaksi positif di lingkungan sekitar merupakan bagian krusial dalam membangun kesadaran bersama mengenai kesehatan jiwa.
Kegiatan ini menjadi sarana efektif bagi mahasiswa untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pendekatan yang ringan dan inklusif, edukasi kesehatan mental diharapkan dapat diterima secara lebih luas serta mendorong masyarakat untuk tidak mengabaikan kesehatan jiwa dalam kehidupan sehari-hari.
Selain fokus pada kesehatan jiwa dan raga, kegiatan ini membawa pesan kepedulian terhadap lingkungan melalui pembagian bibit pohon, di antaranya bibit alpukat dan matoa.
Aksi peduli lingkungan ini sejalan dengan peran BEM UMK sebagai Koordinator Isu Lingkungan Hidup dalam Forum Nasional Sosial Masyarakat BEM se-Indonesia (FORNASSOSMAS) Wilayah VI. Peran tersebut diwujudkan secara nyata melalui kegiatan yang mengintegrasikan kepedulian sosial dengan kepedulian terhadap kelestarian alam.
Pembagian bibit pohon ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan dapat terus berlanjut melalui penanaman dan pemeliharaan pohon di lingkungan tempat tinggal masing-masing warga. Dengan demikian, manfaat dari kegiatan ini dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Melalui rangkaian kegiatan ini, BEM UMK berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental dan fisik semakin meningkat. Selain itu, aksi ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat positif, memperkuat kepedulian sosial, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Partisipasi mahasiswa UMK dalam kegiatan sosial semacam ini menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi melalui aktivitas kemahasiswaan. Pengabdian ini tidak hanya berfokus pada pengembangan kapasitas internal mahasiswa, tetapi juga memberikan manfaat nyata dan langsung bagi masyarakat luas.
Melalui kolaborasi dan aksi sederhana yang berdampak, UMK terus mendorong tumbuhnya semangat mahasiswa untuk berperan aktif dalam menjawab kebutuhan masyarakat serta membangun lingkungan sosial yang lebih sehat, peduli, dan berkelanjutan.
Baca Juga: FK UNDIP Resmikan Laboratorium Kedokteran Komunitas di Jepara untuk Dorong IPM

Leave a Reply