PENELITIAN membuktikan bahwa konsumsi kopi atau teh di pagi hari dapat secara signifikan meningkatkan energi sekaligus memperbaiki mood atau suasana hati seseorang.
Efek positif kafein ini tidak hanya dirasakan sebagai pemicu semangat harian, tetapi juga memiliki penjelasan ilmiah yang erat kaitannya dengan aktivitas otak serta hilangnya rasa lemas atau lapar kafein setelah semalaman tidur.
Bagi banyak orang, menikmati segelas kopi di pagi hari sudah menjadi rutinitas wajib untuk memulai aktivitas. Banyak orang mengandalkan asupan kafein sebelum bekerja atau setelah menjalani hari yang melelahkan.
Kopi tampaknya menjadi pemicu suasana hati alami bagi banyak orang. Penelitian terbaru dalam jurnal Nature Scientific Reports menemukan bahwa penikmat kafein merasa suasana hatinya jauh lebih baik dalam 2,5 jam pertama di pagi hari setelah meminum secangkir kopi atau teh.
Bagaimana Kopi Meningkatkan Suasana Hati?
Meskipun kafein umumnya dikenal dapat meningkatkan energi dan fokus, banyak orang yang belum menyadari bahwa kafein juga bisa memperbaiki suasana hati.
Namun, menurut para peneliti, efek positif ini sebenarnya bisa jadi merupakan reaksi dari berkurangnya gejala “putus kafein” (gejala yang muncul saat tubuh merindukan kafein). Sebagai contoh, seorang peminum kopi rutin mungkin merasa mudah kesal atau lesu ketika tubuhnya lama tidak mendapat asupan kafein. Begitu mereka menikmati tegukan kopi pertama, mereka langsung kembali merasa berenergi dan positif.
Efek Kopi pada Orang yang Mudah Cemas
Banyak orang mengira bahwa orang yang memiliki rasa cemas berlebihan (anxiety) harus menghindari kopi dan minuman berkafein lainnya. Namun, menurut penelitian ini, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar karena peningkatan suasana hati terjadi secara merata pada semua orang.
Dengan adanya temuan ilmiah ini, dorongan energi dan rasa bahagia yang Anda rasakan setelah meminum secangkir kopi di pagi hari kini terbukti memiliki landasan sains yang kuat.
Baca Juga: Apa Itu Beaver Fever? Parasit Giardia Ditemukan pada Kucing dan Bisa Menular ke Manusia

Leave a Reply