JoSS, SEMARANG – Kapal Republik Indonesia (KRI) Semarang dengan nomor lambung 594 menjadi pusat komando selama proses observasi virus corona di Pulau Sebaru Kecil, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.
Seperti diketahui, sebanyak 69 WNI anak buah kapal (ABK) Diamond Princess tiba di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Minggu (1/3) malam. Mereka akan melanjutkan perjalanan ke lokasi observasi di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu dari Pelabuhan PLN Sumuradem, Indramayu dengan waktu tempuh 15 jam.
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan 69 WNI ABK Diamond Princess akan dievakuasi ke Pulau Sebaru dengan KRI dr Soeharso. Budi mengatakan KRI dr Soeharso juga akan dikawal dengan kapal tunda.
“Kapal KRI Suharso sudah siap. Ke sana (Pulau Sebaru Kecil) membutuhkan waktu 15 jam,” kata Budi kepada awak media di BIJB Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Minggu (1/3).
Budi menerangkan WNI ABK Diamond Princess bakal disemprot cairan desinfektan saat tiba di kapal. Tak hanya itu, ABK juga diwajibkan untuk mengganti bajunya.
“Sifatnya bukan pemeriksaan, kita lakukan penyemprotan desinfektan. Kalau pemeriksan memang ada, untuk pemeriksaan ada, tapi sifatnya untuk memeriksa panas dan sebagainya,” kata Budi.
Baca juga: Jokowi Umumkan Dua Orang Positif Corona di Indonesia
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya Yudo Margono di KRI Semarang, Senin (2/3) mengatakan KRI Semarang sebagai markas Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) yang berjaga setiap saat, baik sebagai rumah sakit maupun dalam keadaan kedaruratan.
“Semua sudah siap, karena memang kami siaga setiap saat baiksebagai rumah sakit maupun sebagai keadaan darurat,” katanya, seperti dikutip dari Antara.
Pantauan Antara, KRI Semarang-594 sebagai posko pengendali setiap saat menyalurkan distribusi baik logistik maupun akomodasi peserta dan pendamping observasi WNI di Pulau Sebaru Kecil.
Senin (2/3) pagi, KRI Semarang-594 membawa ratusan boks makanan untuk para peserta dan pendamping, yang jaraknya beberapa kilometer dari lokasi kapal berlabuh.
KRI Semarang-594 merupakan satu dari tiga kapal Landing Platform Dock (LPD) yang dipesan TNI Angkatan Laut, dari dua unit kapal sebelumnya yaitu KRI Banjarmasin-592 dan KRI Banda Aceh-593.
Tiga kapal tersebut memiliki fungsi untuk membantu distribusi militer baik logistik, peralatan, dan perlengkapan militer, serta difungsikan sebagai kapal rumah sakit untuk bantuan bencana alam.
KRI Semarang-594 memiliki spesifikasi panjang 124 meter, lebar 21,80 meter, dengan berat 7200 ton, memiliki kecepatan maksimal 16 knots dengan kecepatan jelajah 14 knots dan mampu berlayar secara “endurance” selama 30 hari.
Selain itu, KRI Semarang-594 dilengkapi dengan dua kapal Landing Craft Utilities (LCU) yang mampu mengangkut 8 unit kendaraan tempur jenis Anoa, 28 truk, 3 unit helikopter, serta diperkuat 121 anak buah kapal, dan mampu mengangkut 650 prajurit. (lna)

Leave a Reply