
JoSS, JAKARTA – Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan dua skema penjemputan 74 warga negara Indonesia atau WNI yang ada di kapal pesiar Diamond Princess, yakni menggunakan pesawat Garuda atau menggunakan kapal perang milik TNI.
Selain WNI yang merupakan kru kapal pesiar Diamond Princes, ada juga WNI yang masih berada di kapal The World Dream yang hingga kini masih terombang-ambing di perairan Bintan karena ditolak untuk bersandar.
“Tapi tetap keputusan di tangan presiden. Sampai saat ini masih belum ada keputusan. Yang jelas kita siapkan dua skema itu,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto di kantornya, Jumat, (21/2).
Untuk jalur laut, kata Yurianto, telah disiapkan Kapal Perang Republik Indonesia Suharso milik TNI. Kapal ini berjenis kapal Bantu Rumah Sakit.
“Untuk opsi pemulangan dengan pesawat, kami kemarin sudah rapat dengan Direktur Utama Garuda, sudah disiapkan satu Boeing-737, pilotnya sudah ditentukan, bahkan kru yang akan mendampingi juga sudah disiapkan,” ujar dia.
Selain warga negara Indonesia (WNI) awak kapal pesiar Diamond Princess, pemerintah juga akan segera memulangkan WNI awak kapal The World Dream. Dua kapal ini terjebak dalam epidemi virus corona sejak awal Februari. Pemulangan para awak kapal ini tinggal menunggu instruksi dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
Yurianto menambahkan sampai sekarang, kapal The World Dream masih menjadi ‘petualang laut’ di perairan internasional dekat Bintan karena ditolak bersandar di seluruh negara termasuk Indonesia. Sementara itu, ada sekitar 270-an WNI yang merupakan awal kapal, terjebak di sana.
“Nah, dalam rangka perlindungan negara terhadap warga negaranya, pemerintah berencana menjemput mereka. Rencana yang akan dilakukan, karena mereka di laut, maka dijemput pakai kapal kapal TNI-AL,” katanya, seperti dikutip dari Tempo.co.
Yurianto menjelaskan teknis penjemputanya, kapal TNI-AL akan bertemu dengan The World Dream di perairan internasional. Setelah itu para WNI akan dipindahkan dari kapal ke kapal. “Nanti setelah mereka sudah masuk kapal TNI-AL, akan dilakukan observasi on board karena memang data awal mereka tidak ada yang sakit atau terinfeksi Covid-19,” ujar dia.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, Presiden Joko Widodo atau Jokowi sudah berjanji akan memutuskan nasib 74 WNI awak kapal Diamond Princess dalam satu atau dua hari ini.
“Presiden akan mempertimbangkan 1-2 hari ini. Keputusan di tangan beliau,” katanya.
Seperti diketahui, ada 78 WNI yang merupakan awak kapal Diamond Princess. Adapun empat orang di antara mereka positif tertular virus corona dan saat ini dirawat di rumah sakit di Jepang. (lna)

Leave a Reply