DisperinkopUKM Dorong UMKM Jogja Gabung KKMP: Buka Peluang Tembus Sektor Perhotelan

DisperinkopUKM Kota Jogja mendorong UMKM bergabung dengan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) untuk memperluas pasar hingga sektor perhotelan.
Ilustrasi, DisperinkopUKM Kota Jogja mendorong UMKM bergabung dengan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) untuk memperluas pasar hingga sektor perhotelan.

JOGJA, JOSS.CO.ID – Dinas Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DisperinkopUKM) Kota Jogja mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk bergabung dengan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Langkah ini diambil agar produk UMKM dapat menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk memenuhi kebutuhan sektor perhotelan.

Kepala DisperinkopUKM Kota Jogja, Tri Karyadi Riyanto Raharjo, menjelaskan bahwa koperasi berperan sebagai agregator yang mempertemukan produk UMKM dengan calon pembeli. Dengan skema ini, pelaku usaha tidak perlu memasarkan produknya secara mandiri karena koperasi hadir membantu membangun jaringan bisnis.

Salah satu peluang besar yang disasar adalah kebutuhan hotel, di mana koperasi berpotensi menghubungkan UMKM lokal dengan sektor perhotelan yang membutuhkan pasokan makanan, minuman, hingga produk cenderamata. Melalui pola tersebut, pelaku usaha dapat berfokus penuh pada proses produksi, sementara koperasi mengelola pemasaran, koneksi usaha, hingga peningkatan kualitas produk.

Saat ini, seluruh 45 kelurahan di Kota Jogja telah memiliki KKMP. Meski demikian, belum seluruh koperasi tersebut menjalankan kegiatan usaha secara aktif.

Riyanto membeberkan bahwa dari total 45 koperasi:

  • 28 koperasi sudah mulai beroperasi.
  • 14 koperasi di antaranya telah berhasil mencatatkan omzet.
  • 14 koperasi sisanya sudah beroperasi, namun belum memperoleh keuntungan.

KKMP Giwangan mencatatkan performa tertinggi dengan membukukan omzet sekitar Rp215 juta serta telah membagikan sisa hasil usaha (SHU) kepada para anggotanya.

“SHU dari KKMP Giwangan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2025 sekitar Rp14 juta. Lumayan juga kan,” kata Riyanto saat ditemui di Jalan Tegalpanggung, Danurejan, Sabtu (18/10/2026).

Capaian KKMP Giwangan menjadi gambaran positif perkembangan usaha koperasi kelurahan di Jogja dalam menghasilkan keuntungan serta membagikan SHU secara transparan melalui RAT.

Guna mempercepat operasionalisasi, Pemerintah Kota Jogja berencana menjadikan 16 KKMP sebagai proyek percontohan (prototype), dengan Kelurahan Bausasran sebagai salah satu lokasinya.

Guna memperkuat pengawasan dan pendampingan, Wakil Wali Kota Jogja dilibatkan langsung sebagai penanggung jawab Satuan Tugas (Satgas) operasionalisasi KKMP agar koperasi dapat menjalankan fungsi usahanya secara optimal.

Melalui integrasi ini, DisperinkopUKM Kota Jogja berharap semakin banyak UMKM bergabung agar pemasaran dan pengembangan jaringan bisnis dapat terkoordinasi dengan baik. Koperasi diharapkan menjadi jembatan berkelanjutan antara UMKM lokal dan pasar potensial seperti industri perhotelan, sekaligus memperkuat perekonomian berbasis kelurahan.

Baca Juga: Penertiban Street Coffee di Kotabaru Jogja: Pelanggar Berulang Terancam Denda Jutaan Rupiah

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*