JoSS, WASHINGTON DC – Menteri Kesehatan dan Pelayanan Kemanusiaan Amerika Serikat Alex Azar mengungkapkan penyebab angka kematian akibat virus corona di negaranya sebagian besar adalah pasien yang memiliki riwayat penyakit lain.
Seperti diketahui, 90 ribu kematian memposisikan AS telah menjadi negara dengan kematian tertinggi di dunia akibat Covid-19.
Dia mengatakan, pasien Covid-19 di AS memiliki beban penyakit bawaan yang sangat tidak proporsional seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes.
“Sayangnya, populasi di Amerika sangat beragam. Ini adalah populasi dengan komorbiditas tidak sehat yang signifikan, yang membuat banyak individu di komunitas kami, khususnya Afrika Amerika, (sebagai) komunitas minoritas yang terancam,” kata Azar, seperti dikutip dari CNNIndonesia.
Azar mengatakan, alasan mengapa komunitas ini terancam adalah karena mereka mendapat perbedaan penanganan secara medis. Perbedaan ini telah menjadi warisan buruk dalam sistem perawatan kesehatan AS yang perlu dibenahi.
Baca juga: China Bakal Izinkan Lab Wuhan Diperiksa Terkait Dugaan Sumber Virus Corona
Penasihat Perdagangan Trump, Peter Navarro telah menambahkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit ke dalam daftar kambing hitam setelah China dan pemerintahan Barack Obama.
Gedung Putih telah meningkatkan upaya penanganan terhadap krisis, dan mereka secara agresif mendorong untuk membuka kembali negara itu.
Pembukaan kembali ini dinilai penting bagi pendapatan jutaan orang yang telah kehilangan pekerjaan selama lockdown dan kepentingan politik di bulan November yakni pemilihan presiden.
Amerika Serikat menyumbang sekitar 4,25 persen dari populasi dunia. Namun, dengan sekitar 29 persen kematian akibat Covid-19 yang dikonfirmasi dan model penanganan yang digunakan Gedung Putih menunjukkan jumlah kematian bisa meningkat menjadi sekitar 147.000 pada awal Agustus.
Berdasarkan data statistik Worldometer, hingga Senin (18/5) AS memiliki 1.528.179 kasus virus corona. (lna)

Leave a Reply