JoSS, SRAGEN – Pemerintah Kabupaten Sragen bekerja sama dengan PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) telah memberikan bantuan berupa rumah burung hantu dan 42 ekor burung hantu (Tyto alba) kepada kelompok tani di lima Kecamatan di Kabupaten Sragen.
Langkah ini diambil sebagai upaya konkret dalam menanggulangi permasalahan hama tikus yang sering merugikan para petani di wilayah tersebut, khususnya di Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Ngrampal, Tanon, dan Sukodono.
Bantuan berupa burung hantu tersebut diserahkan secara simbolis oleh Direktur Teknik dan Operasional PT Jasamarga Solo Ngawi, M. Historya Ayanda, bersama Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati di Lapangan Desa Sidoharjo, Sragen, pada hari Selasa (10/10/2023).
Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Bupati Sragen, menyampaikan rasa terima kasih kepada PT JSN atas bantuan yang telah diberikan.
Baca Juga: SiPasti: Inovasi Disdikbud Jateng dalam Pengelolaan Aset untuk Meningkatkan Pelayanan Masyarakat
“Alhamdulillah, terimakasih JSN. Kami mendapat bantuan 20 pasang burung hantu dari PT JSN untuk petani yang memiliki sawah di sepanjang area jalan tol. Rumah tikus banyak di pematang dekat tol atau di timbunan tol. Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan Tyto alba sebagai predator alami,” ucapnya,” katanya seperti dilansir dari jatengprov.go.id.
Yuni berharap puluhan burung hantu yang diberikan dapat berkembang biak sehingga populasinya lebih banyak. Ia juga mengajak petani untuk merawat burung hantu ini dengan baik.
“Sebetulnya PT JSN sudah menyerahkan bantuan burung hantu tersebut sekitar tiga pekan lalu. Namun butuh masa karantina sebelum diserahkan ke petani. Karantina ini diperlukan supaya predator alami tersebut nyaman di rumah burung hantu (rubuha) yang sudah disiapkan,” jelas Yuni.
Total ada 40 unit rubuha yang disediakan, di mana separuh diantaranya merupakan bantuan dari PT JSN, sementara sisanya merupakan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sragen. “Satu unit rubuha itu untuk sepasang burung hantu. Kenapa lebih banyak rubuha? Untuk perkembangbiakan ke depan,” tambahnya.
M. Historya Ayanda, Direktur Teknik dan Operasional PT JSN, mengungkapkan bahwa satu pasang burung hantu memiliki harga sekitar Rp850.000. Dia juga menjelaskan bahwa para ahli pertanian telah membuktikan efektivitas Tyto alba dalam mengontrol populasi hama tikus. “Kalau menghilangkan tikus secara keseluruhan sulit dilakukan. Burung hantu merupakan bagian dari rantai makanan tikus yang membantu mengendalikan populasi tikus. Satu pasang tikus bisa berkembang biak hingga 2.000 ekor per tahun,” tutupnya.
Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Sragen dan PT Jasamarga Solo Ngawi dalam memberikan bantuan burung hantu ini diharapkan dapat memberikan solusi yang efektif dalam mengatasi permasalahan hama tikus yang selama ini merugikan para petani di wilayah Kabupaten Sragen. (lna)

Leave a Reply