OTT BNPB: KPK Tangkap 14 Orang Termasuk, Sita Uang Rp1,4 Miliar dan Logam Mulia

KPK menggelar OTT di BNPB dan mengamankan 14 orang, termasuk Sestama Rustian. Penyidik menyita uang Rp1,4 miliar dan emas terkait dugaan suap pengadaan barang.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo
JAKARTA, JOSS.CO.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang mengejutkan publik. Kali ini, lembaga antirasuah tersebut menjaring 14 orang di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Salah satu pejabat tinggi yang turut diamankan dalam operasi ini adalah Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, Rustian.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan adanya penangkapan belasan orang yang terdiri atas unsur pejabat BNPB dan pihak swasta tersebut. Saat ini, para pihak yang terjaring sedang menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

“Dalam peristiwa ini, tim KPK mengamankan sejumlah 14 orang, di antaranya merupakan Sekretaris Utama atau Sestama,” kata Budi di Kota Jogja, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (13/10) malam.

Selain Sestama Rustian, 13 orang lainnya yang ditangkap terdiri dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di BNPB serta pihak swasta yang diduga kuat terlibat dalam kasus ini. Kendati demikian, KPK masih merahasiakan rincian identitas seluruh pihak yang ditangkap.

“Untuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut. Hal yang pasti, terhadap 14 orang ini sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, baik dari pihak-pihak di BNPB maupun pihak-pihak swasta yang diduga terkait dengan peristiwa ini,” katanya.

Berdasarkan keterangan awal dari lembaga antirasuah, OTT di lingkungan BNPB ini ditengarai berhubungan dengan proyek pengadaan barang dan jasa, termasuk penggunaan anggaran darurat bencana.

“Ini diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,” kata Budi Prasetyo.

Penyidik KPK masih terus mendalami konstruksi perkara serta sejauh mana keterlibatan para pihak yang diamankan dalam proses pengadaan tersebut.

Dalam operasi tangkap tangan ini, tim penyidik KPK berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berharga dengan nilai fantastis berupa uang tunai serta emas.

“Tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai dan juga logam mulia emas. Untuk uang tunai, hitungan awal oleh tim senilai sekitar Rp1,4 miliar,” kata Budi di Kota Jogja, Selasa.

Budi menambahkan bahwa perhiasan emas yang disita hadir dalam beragam bentuk, termasuk emas batangan hingga tabungan emas.

“Beberapa dalam bentuk emas batangan, dan beberapa dalam bentuk tabungan emas. Untuk jumlahnya masih diproses tim,” katanya.

Saat ini, KPK masih melakukan penghitungan mendalam untuk memastikan jumlah total akumulasi dari barang bukti emas yang disita tersebut.

Usai mencokok 14 orang dan mengamankan uang serta logam mulia, KPK langsung bergerak cepat menggelar forum ekspose (gelar perkara) untuk menentukan nasib hukum para pihak yang terjaring.

“Malam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,” ujar Budi.

Hasil dari gelar perkara ini akan menjadi penentu status hukum terbaru serta langkah lanjutan KPK terhadap Sestama BNPB dan pihak-pihak terkait lainnya.

Baca Juga: Mulai 2027, Siswa Tak Otomatis Naik Kelas? Mendikdasmen Soroti Budaya “RMS”

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*