Fix! Pembangunan Fisik Tol Jogja-Bawen Dimulai Sebelum Ramadan

Ilustrasi (Foto: liputan6.com)

JoSS, JOGJA – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Tol Jogja-Bawen Wijayanto menjelaskan berdasarkan informasi sementara dari pusat, pelaksanaan peletakan batu pertama kemungkinan pada akhir Maret 2022 ini atau sebelum Ramadan.

Meski demikian, ia belum mendapatkan informasi kepastian dari atasannya dalam hal ini Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR.

“Kemungkinan akhir bulan ini sebelum puasa, masih bocoran-bocoran dicari yang pas, perkiraan mudah-mudahan. Akhir bulan ini biar segera ada pekerjaan fisik tolnya,” katanya Jumat (4/3/2022).

Wijayanto menambahkan sampai saat ini belum mendapatkan lokasi yang tepat untuk ground breaking. Tetapi kemungkinan besar di salah satu titik Selokan Mataram. Pertimbangannya, karena Selokan Mataram merupakan elevated sehingga lebih cocok dari sisi konstruksi, sedangkan kawasan Tirtoadi at grade.

“Antara dua itu di selokan mataram atau tirtoadi yang at grade, masih cari lokasi yang tepat,” ujarnya.

Sembari menunggu proses ground breaking, saat ini Satker sedang mengejar penyelesaian sisa 8% tanah dengan karakteristik khusus selain Sultan Ground yaitu tanah kas desa dan tanah wakaf. Untuk tanah kas desa akan segera dibahas melalui musyawarah desa sebagai landasan untuk mengajukan permohonan ke Gubernur DIY untuk melepas tanah kas desa.

“Untuk tanah wakaf sama, masih dalam proses komunikasi dengan takmir, ada rapat dengan Kemenag waktunya setelah bulan depan atau jelang puasa koordinasi dengan kemenag tentang Masjid dan Mushola. Tanah wakaf ini rata-rata masjid dan mushola,” ujarnya, dilansir dari harianjogja.com.

Baca juga: Jalan Tol Bawen-Jogja Akan Miliki Pintu Keluar di Ambarawa dan Bawen

Proyek Tol Jogja-Bawen menghabiskan biaya Rp21 triliun, meliputi Rp7 triliun untuk ganti rugi lahan dan Rp14 triliun untuk pembangunan.

Pengerjaan konstruksi Seksi I Tol Jogja Bawen ini kemungkinan besar akan selesai pada akhir 2023.

“Kebutuhan lahan untuk seksi 1 sebanyak 1.299 bidang atau 526.203 meter persegi dengan kebutuhan dana UGK sebesar Rp905 miliar,” kata PPK Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Tol Jogja Bawen Wijayanto, beberapa waktu lalu

Dengan panjang 75,82 km, Tol Jogja Bawen memerlukan lahan seluas 8.788.019 meter persegi. Uang yang dikucurkan untuk ganti rugi lahan sebesar Rp7,36 triliun. Sementara, biaya pembangunannya mencapai Rp14,26 triliun dengan periode konsesi selama 40 tahun. “Konstruksi seksi 1 diharapkan selesai pada akhir 2023 dan target beroperasi 2024,” katanya.

Peletakan batu pertama atau ground breaking Tol Jogja-Bawen dijadwalkan digelar di Tirtoadi, Mlati, Sleman.

Berdasarkan keterangan yang dilansir situs pu.go.id, Tol Jogja Bawen akan terhubung dengan Tol Semarang Solo dan Tol Jogja Solo.

Jalan tol ini diharapkan dapat mengurangi lalu lintas yang padat di jalan arteri, mendukung kawasan industri di koridor Ungaran Bawen, serta pengembangan kawasan pariwisata Jogja, Solo, dan Semarang (Joglosemar). Jalan tol ini direncanakan akan memiliki empat interchange atau simpang susun.

Tol sepanjang 75,82 kilometer itu akan melewati Sleman (Mlati dan Tempel), Magelang (Muntilan, Mungkid, Secang), Temanggung, dan Kabupaten Semarang (Ambarawa). (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*