Jalan Tol Bawen-Jogja Akan Miliki Pintu Keluar di Ambarawa dan Bawen

Ilustrasi jalan tol (Foto: harianindonesia.id)

JoSS, SEMARANG – Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen segera direalisasikan. Nantinya aka nada dua pintu keluar atau exit tol di Ambarawa dan Bawen, Kabupaten Semarang. Diharapkan keberadaan exit tol ini bisa mengurai kemacetan lalu lintas di wilayah setempat.

“Dua pintu tol tersebut merupakan bagian dari enam ruas pintu tol yang terdapat di sepanjang jalur Tol Yogyakarta-Bawen itu diharapkan dapat mengurai kemacetan di lokasi tersebut,” kata Kepala TU Pejabat Pembuat Komitmen Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Heru Budi Prasetyo usai konsultasi publik di Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (24/2/2022).

Ia menyebut nantinya pintu tol tersebut tidak menghilangkan jalur yang telah ada. “Kalau ada yang terdampak, pasti jalan diperbaiki. Jalan tidak akan hilang, diganti, justru akan diperbaiki dan diperlebar,” ujarnya.

Selain pintu tol, nantinya di Kabupaten Semarang juga akan ada sebuah “rest area” yang rencananya berada di Desa Kebondalem, Kecamatan Jambu. Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen pada Kabupaten Semarang rencananya akan melintasi tiga kecamatan dan 14 desa.

Tiga kecamatan itu adalah Kecamatan Jambu, Kecamatan Ambarawa, dan Kecamatan Bawen. Sekretaris Kecamatan Ambarawa Wiwiek Lestari berharap Jalan Tol Yogyakarta-Bawen membawa dampak positif sektor perekonomian di wilayahnya selain sebagai salah satu pengurai kemacetan.

“Karena moda transportasi lebih meningkat, lebih lancar, dan mengurai kemacetan. Di Pasar Projo setiap hari itukan macet, dengan adanya ini bisa mengurai kemacetan” katanya, dilansir dari bisnis.com.

Baca juga: Kudus Usulkan Simpang Susun Tol Demak-Tuban di Dua Titik Untuk Urai Kemacetan

Pemerintah mulai melakukan pematokan pada calon lahan proyek pembangunan jalan tol Yogyakarta-Bawen pada bulan ini. Pematokan lahan dilakukan dari Kabupaten Magelang hingga Semarang.

Di Kabupaten Temanggung, Kota Magelang, dan Kabupaten Magelang pemasangan patok telah dilakukan sejak minggu kedua Februari. Pematokan juga telah dilakukan di batas Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta serta Desa Bligo, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang.

“Alhamdulillah, seluruh warga [terdampak tol] mengizinkan kami memasang patok ini di tempat pekarangan atau di sawah, di rumah milik masyarakat,” jelas Moh Fajri Nukman, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, Selasa (22/2/2022).

Fajri menjelaskan bahwa pematokan tersebut bakal terus digenjot sehingga bisa rampung pada Maret atau April tahun ini. “Pengalaman kami, di desa yang belum terpasang patok, sudah ikut melihat dan menanyakan kapan di desanya akan dipasang patok. Alhamdulillah ini memberikan respon positif,” jelasnya, dikutip dari laman Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Secara terpisah, Zainal Arifin Staff Bagian Tata Pemerintah Sekretariat Daerah Kabupaten Semarang, menjelaskan bahwa pihaknya akan mendukung penuh kegiatan pembangunan tol. Dukungan tersebut diberikan Pemerintah Kabupaten Semarang karena akses tol bakal memberikan sejumlah manfaat bagi masyarakat.

Salah satunya bagi peningkatan kinerja sektor pariwisata dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang secara tidak langsung akan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Hariyono, Analis Kebijakan Ahli Madya Biro Pemerintahan Sekretariat Daerah Jawa Tengah, menjelaskan bahwa pembangunan jalan tol Yogyakarta – Bawen bakal tetap memperhitungkan keberadaan fasilitas umum di area proyek tersebut. “Tetap akan memfungsikan sesuai dengan fungsi awalnya, kalau irigasi ya tetap difungsikan,” jelasnya.

Ruas tol Yogyakarta – Bawen sendiri merupakan bagian dari proyek tol Yogyakarta-Solo-Semarang atau Joglosemar. Proyek tersebut merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menjadi prioritas pemerintah.

Proyek tol Yogyakarta – Bawen terbagi menjadi 6 seksi, yaitu Sleman – Banyurejo (Seksi I), Banyurejo – Borobudur (Seksi II), Borobudur – Magelang (Seksi III), Magelang – Temanggung (Seksi IV), Temanggung – Ambarawa (Seksi V), dan Ambarawa – Bawen (Seksi VI). (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*