Gempa Susulan di Lombok Masih Berlangsung Korban Meninggal 16 Orang

gempa
Gempa bumi 6,4 Skala Richter (SR) di Pulau Lombok meruntuhkan sejumlah bangunan | Foto : instagram direktoratpdm.bnpb (dit. pemberdayaan masyarrakat)

JoSS, MATARAM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat melaporkan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi 6,4 pada Skala Richter (SR) di Pulau Lombok hingga Minggu malam pukul 20.00 Wita mencapai 16 orang.

Kepala BPBD NTB H Mohammad Rum, mengatakan korban meninggal dunia di Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, sebanyak sembilan orang, yakni Papuk Bambang (60), Zahra (3), Adiatul Aini (27), Herniati 35), Firdaus (7), Mapatul Akherah (7), Baiq Nila Wati (19), Herli (9), dan Fatmirani (27). Sedangkan di Kecamatan Sembalun, atas nama Inak Marah (80).

Sementara korban meninggal dunia di Kabupaten Lombok Utara, sebanyak empat orang, yakni Juniarto (8), Rusdin (34), Sandi (20), dan Nutranep (13).

“Jumlah korban meninggal dunia yang dilaporkan hingga pukul 20.00 WITA sebanyak 16 orang,” kata Kepala BPBD NTB H Mohammad Rum, ketika dihubungi di Mataram, Minggu malam.

Dia menambahkan ada juga dua orang wisatawan meninggal dunia, yakni Siti Nur Ismawida (30), warga Malaysia yang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan tembok rumah warga Sembalun tempatnya menginap

Selain itu, Muhammad Ainul Muksin, asal Makassar, Sulawesi Selatan, yang tewas tertimpa material longsor di jalur pendakian Gunung Rinjani. Jenazah pendaki tersebut masih belum bisa dievakuasi dari atas gunung karena jalur pendakian tertutup material longsor.

“Untuk proses evakuasinya, silakan hubungi Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram,” ucap Rum.

Selain korban meninggal dunia, BPBD NTB juga menerima laporan sementara jumlah korban luka berat dan ringan di Kecamatan Sambelia, yang dirawat di lapangan Obel-Obel sebanyak 51 orang, Puskesmas Belanting 62 orang, dan Puskesmas Sambelia sembilan orang.

Sementara itu di Kecamatan Sembalun, sebanyak 29 orang. Di Kabupaten Lombok Utara, sebanyak lima orang mengalami luka berat, dan 41 korban luka ringan.

Baca juga : BPBD Bangli: Juni-September Rawan Kebakaran Lahan

Untuk jumlah rumah yang rusak di Kabupaten Lombok Timur mencapai lebih dari 1.000 unit, baik rusak berat, sedang dan ringan. Sedangkan di Kabupaten Lombok Utara, sebanyak 41 rumah rusak berat, 74 rusak sedang, dan 148 rusak ringan.

BPBD NTB sudah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Timur, dan Lombok Utara, terkait penanganan para korban luka dan warga terdampak gempa yang belum berani kembali ke rumah karena khawatir terjadi gempa susulan.

“Kami sudah membangun tenda posko penanganan. Begitu juga dengan tenda kesehatan lapangan dan tenda bagi pengungsi. Begitu juga dengan bantuan bahan makanan cepat saji sudah disalurkan,” kata Rum.

Sementara itu, data yang diterima  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat Pascagempabumi dengan kekuatan 6,4 SR mengguncang wilayah Lombok, Bali dan Sumbawa pada Minggu pagi, masih diikuti dengan 124 gempa susulan hingga pukul 14.00 WIB. Gempanya dengan kekuatan yang lebih kecil dan tidak berpotensi tsunami.

Gempa tersebut dirasakan di daerah Lombok Utara, Lombok Timur, Mataram, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, Sumbawa Besar, Denpasar, Kuta, Nusa Dua, Karangasem, Singaraja, Gianyar dan beberapa wilayah di Bali. Sementara itu, BMKG mengimbau agar masyarakat tetap tenang. BMKG menjamin gempa yang terjadi saat ini tidak berpotensi tsunami.

Sedikitnya, sebanyak 6.237 KK terdampak gempa yang tersebar di Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Sumbawa Barat, dan Kota Mataram. Pendataan masih dilakukan oleh BPBD.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Soetopo Purwo Nugroho mengatakan kebutuhan mendesak saat ini adalah tenaga medis, tandu, peralatan kesehatan, kids ware dan makanan siap saji.

Menurut dia BPBD dan beberapa instansi lain telah menyalurkan bantuan permakanan, air mineral, tenda pengungsi, makanan lauk pauk, makanan tambahan gizi dan lainnya. Mobilisasi peralatan dan logistik terus dilakukan. “BNPB terus mendampingi BPBD dan mengirimkan bantuan yang diperlukan. Logistik dan peralatan yang ada di gudang BPBD disalurkan untuk membantu korban,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima JoSS.coid. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*