JoSS, JOGJA – Badan Otorita Borobudur (BOB) menggandeng tiga investor dalam bidang akomodasi di tahap awal untuk pembangunan lahan di kawasan BOB yang ada di Jawa Tengah. Nantinya investor akan membangun dengan memasukkan kearifan lokal dalam ciri khas bangunannya.
Direktur Utama BOB Indah Juanita mengatakan para investor tersebut bergerak di bidang akomodasi. Mereka juga menggunakan chain international yang sudah memenuhi standar BOB. Terkait dengan kerja sama tersebut, para investor mendapatkan prioritas pertama untuk meletakkan bangunan mereka sesuai dengan block plan yang disediakan oleh BOB.
“Mereka sudah menentukan pilihan lokasi dalam block plan itu, mereka sedang mempersiapkan penelitian pertanahannya dan mempersiapkan desainnya. Desain dikerjakan paling awal karena butuh waktu lama,” kata Indah dalam keterangan tertulisnya, (Rabu (12/6).
Dia menuturkan, apabila desain sudah rampung tahun ini, maka akan dilakukan perjanjian pemanfaatan lahan dan penerbitan Hak Guna Bangunan (HGB) yg diharapkan juga akan rampung pada tahun ini.
Baca juga: Sepanjang 2019 Akan Ada 47 Event Pariwisata Unggulan di Jogja
Oleh karena itu pihak BOB menekankan kepada para investor agar fokus pada pengerjaan desain yang sesuai dengan kearifan lokal dan tidak menyebabkan penebangan pohon yang terlalu banyak.
Indah menjelaskan juga untuk tugas koordinatif, BOB akan terus berkoordinasi dengan PT TWC mengenai penataan lingkungan di sekitar Candi Borobudur.
Seperti diketahui Pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata yang di wakili Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Kementerian Kooordinator (Kemko) Kemaritiman yang diwakili Luhut Binsar Pandjaitan secara resmi meluncurkan Badan Otorita Pariwisata (BOP) Borubudur tahun lalu sebagai lembaga yang mengelola pembangunan kawasan pariwisata yang berada di sekitar Borobudur (Provinsi Jawa Tengah dan Yogykarta).
Borobudur dan sekitarnya ditetapkan sebagai salah satu dari “10 Destinasi Bali Baru” dengan menunjuk Indah Juanita sebagai Direktur Utama BOP Borobudur.
Tugasnya adalah mengkoordinasikan pengelolaan pariwisata dengan lembaga-lembaga pengelola yang sudah ada sebelumnya dan pelibatan masyarakat yang berada di kawasan Jawa Tengah dan Yogyakarta. Selain itu beliau juga bertugas fasilitasi perencanaan, pengembangan, pembangunan, dan pengendalian di Kawasan Pariwisata Borobudur. (lna)

Leave a Reply