JOSS.CO.ID – Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang kawasan Nepal dan Tibet meningkat tajam. Kepolisian Nepal mengonfirmasi sedikitnya 469 orang tewas dan lebih dari 1.400 orang masih dinyatakan hilang. Di tengah pencarian, otoritas mengeluarkan peringatan darurat terkait terbentuknya dua danau baru yang berpotensi jebol dan memicu banjir susulan.
Skala bencana di kawasan Himalaya ini terus meluas. Pemerintah mengimbau warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
Ancaman Bahaya dari Danau Baru
Badan Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana Nasional Nepal memperingatkan bahwa dua danau terbentuk di sepanjang Sungai Lende. Pejabat mengkhawatirkan kenaikan volume air dapat menyebabkan luapan mendadak. Warga, wisatawan, dan tim penyelamat diminta tetap waspada tinggi terhadap potensi terbentuknya danau-danau lain di area tersebut.
Puluhan Warga Australia Belum Ditemukan
Pemerintah Australia mengonfirmasi sedikitnya 39 warganya masih hilang. Salah satu kelompok terdampak paling parah adalah peserta tur yang dioperasikan oleh Himalayan Glacier Adventures, dengan 15 warga Australia belum diketahui keberadaannya.
Beberapa warga Australia yang telah teridentifikasi dalam daftar pencarian antara lain anggota keluarga Iyer asal Sydney: Sreedharan Iyer (53), istrinya Lakshmi (50), serta dua putra mereka, Rudra (21) dan Rishabh (24).
Korban hilang lainnya meliputi Chandrasekaran dan Shylaja Muralitharan beserta putra mereka Aarush (14) dan Ashwin (11), Narayan Panthi asal Brisbane, Sidharthi Sahu, Sandeep Mohapatra, Uday dan Kripa Shivamurthy, serta pakar pendidikan luar ruang Michael Keats.
Desakan informasi membuat sejumlah kerabat memilih terbang langsung ke Nepal. Suami dari Reshma Patel (46) terbang ke Nepal setelah hilang kontak di dekat perbatasan Nepal-China. Istri dari insinyur asal Sydney, Bharat Mangwani (42), serta suami dari Sumi Adhikari (41) juga mendatangi lokasi untuk melakukan pencarian mandiri.
Bantuan Kemanusiaan dan Operasi Evakuasi
Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong mengonfirmasi pemberian bantuan kemanusiaan senilai $5 juta, yang dialokasikan untuk Program Pangan Dunia (WFP), LSM Australia melalui Australian Humanitarian Partnership, dan Emergency Action Alliance.
Di lokasi bencana, sekitar 5.400 personel Tentara Nepal dikerahkan untuk operasi pencarian dan medis. Lebih dari 200 orang berhasil diselamatkan melalui jalur darat dan hampir 700 orang dievakuasi menggunakan helikopter, termasuk 101 warga negara asing. Angkatan Udara India turut diterjunkan untuk mendistribusikan pasokan bantuan.
Kondisi Darurat: Operasi Penyelamatan Dihentikan Sementara
Operasi pencarian korban di sepanjang perbatasan Nepal-Tibet terpaksa dihentikan sementara setelah danau pembendung (barrier lake) di bagian hulu mulai meluap. Media pemerintah Tiongkok, CCTV, memperingatkan bahwa kenaikan air ini menciptakan risiko tinggi terjadinya banjir bandang susulan di area yang terdampak bencana. Tim darurat harus menghentikan sementara proses evakuasi hingga pemantauan air dinyatakan aman.

Leave a Reply