Cacar Monyet Mewabah di DKI, Kenali Gejalanya

Ruam pada kulit dimulai dari wajah hingga menyebar ke bagian tubuh lainnya, menjadi salah satu gejala awal Monkeypox atau cacar monyet. (foto: Shutterstock)

PENYAKIT Cacar monyet atau Mpox belakangan menjadi topik hangat setelah DKI Jakarta mencatat dua kasus baru.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin juga tengah menelusuri kemungkinan jumlah kasus Mpox sebenarnya sudah menyebar lebih luas dari yang tercatat. Meski begitu, ia meminta masyarakat untuk tidak panik.

“Kita sudah minta pantauan P2P untuk lihat kasusnya seperti apa, dikonfirmasi kontak eratnya siap, dan kita kan treatmentnya sudah siap, kita sudah siapin treatmentnya dan vaksinnya itu kan vaksin dulu cacar monyet masih bisa,” ujar Menkes di sela peresmian Corporate University di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Dikutip dari laman Cleveland Clinic, cacar monyet adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus monkeypox, jenis virus yang tergolong dalam Orthopoxvirus. Virus monkeypox tersebut ditularkan dari hewan primata atau pengerat seperti monyet, tupai, hingga tikus.

Cacar monyet juga bisa menular antar orang lewat percikan air liur pasien terinfeksi yang masuk ke mata, hidung, atau mulut.

Berikut Gejala Cacar Monyet:
Penyakit cacar monyet ditandai dengan beberapa gejala. Berdasarkan temuan oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta, gejala yang muncul pada pasien kasus cacar monyet di antaranya: demam, ruam atau lenting berisi cairan di beberapa bagian tubuh, pembengkakan kelenjar getah bening pada lipatan tubuh, seperti paha, leher, dan selangkangan, nyeri otot dan menggigil.

Selain gejala di atas, cacar monyet juga bisa menimbulkan tanda-tanda, seperti: sakit kepala, gangguan pada sistem pernapasan, seperti batuk, sakit tenggorokan, dan hidung tersumbat, merasa lelah dan lemas, selain itu muncul ruam pada kulit.

Adapun penularan virus cacar monyet dapat menular dari hewan maupun manusia melalui:
1. Kontak langsung dengan cairan hewan atau orang yang terinfeksi virus
2. Bekas luka gigitan atau cakaran dari hewan yang terinfeksi
3. Kontak dengan benda yang terkontaminasi virus cacar monyet
4. Berhubungan seks dengan orang yang mengidap cacar monyet
5. Mengonsumsi bahan makanan, terutama daging, yang tidak dimasak dengan baik dan matang
6. Bepergian ke wilayah dengan tingkat kasus cacar monyet yang tinggi. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*