JoSS, SEMARANG – Puting beliung menerpa bangunan SDN Srondol Kulon 01, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Akibatnya, satu ruang kelas dan ruang kantin siswa porak-poranda dan tidak bisa digunakan lagi.
Kepala SDN Srondol Kulon 01, Kurniawati menyampaikan kejadian tersebut berlangsung pada Kamis (24/1) sekira pukul 13.45 WIB. “Saat kejadian kegiatan belajar mengajar sudah selesai sehingga tidak mengenai anak-anak dan para guru,” katanya Jumat (25/1).
Informasi yang dihimpun Kurniawati, saat datang angin kencang seluruh siswa sudah pulang. Di sekolah hanya menyisakan sejumlah pelajar yang ikut kegiatan menari. Tempat latihan menari juga jauh dari lokasi ruang yang kena puting beliung.
“Sehingga anak-anak yang latihan menari juga aman,” katanya.
Kedatangan puting beliung tanpa tanda. Memang kondisi siang itu angin berhembus lebih kencang dari biasanya. Sejumlah siswa yang masih ada di sekolah melihat angin berbentuk melingkar atau spiral ke atas tiba-tiba muncul dan menerjang ruang kantin.
“Saat itu suaranya gemuruh. Anak-anak yang di luar lihat genteng di ruang kantin terangkat terus langsung jatuh,” tutur dia.
Baca juga: Penting Begini Cara Meminimalkan Dampak Angin Puting Beliung
Imbas dari terjangan angin, ruang kelas 5B yang ada di sebelah kantin juga porak poranda. Pecahan genteng berserakan di lantai dan meja di dua ruangan tersebut.
Kepanikan sempat melanda para guru dan siswa. Mereka langsung berkumpul di titik aman guna menghindari pecahan genteng yang terlontar angin. Beruntung kejadian tersebut tidak berlangsung lama.
“Langsung pada kumpul untuk jaga-jaga, biar aman. Beruntung kejadiannya tidak lama,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, pada Jumat (25/1) pagi proses belajar mengajar siswa kelas 5 B pindah ke musola. Sejumlah barang di kelas juga dipindah ke musola dan tempat yang lebih aman.
Sementara ruang guru segera difungsikan sebagai ruang kelas sementara. “Saat ini ruang guru sedang disiapkan sebagai ruang kelas sementara. Guru nantinya menempati ruang kepala sekolah dan ruang lain,” kata dia.
Meski kondisi darurat, Kurniawati menegaskan.pihaknya berupaya maksimal agar hak belajar siswa tetap dipenuhi. Proses perbaikan ruang kelas dan kantin masih menunggu proses penghitungan dari Dinas Pendidikan Kota Semarang. (Joy/lna)

Leave a Reply