JoSS, JAKARTA – PT Angkasa Pura (AP) II serius ingin menggarap pengelolaan Bandara Clark di Manil Filipina. Hal itu diwujudkan dengan keikutsertaan lelang pengelolaan bekas pangkalan udara perang dengan Amerika Serikat Tersebut.
Direktur Keuangan AP II Andra Y Agussalam mengatakan pihaknya tengah mengikuti proses lelang untuk mengelola Bandara Internasional Clark di Manila, Filipina. BUMN tersebut mengaku keuangan kini mampu untuk mengelola bandara di luar negeri.
Dia menambahkan pihaknya tak mengikuti lelang sendirian, melainkan membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) dengan AirAsia Grup dan salah satu perusahaan swasta asal Filipina.
Menurut dia pemerintah Filipina sudah menyatakan keterbukaannya dan mengundang investor asing untuk mengelola dan mengembangkan bandara tersebut.
“Filipina sudah terbuka, mereka mengundang investor asing untuk mengelola dan mengembangkan bekas pangkalan udara perang dengan Amerika Serikat (AS),” papar Andra, Kamis (8/11), seperti dikutip dari CNNIndonesia.
Dia menambahkan berdasarkan hitung-hitungan bisnis, AP II perlu menggelontorkan dana sebesar Rp350 miliar untuk perusahaan patungan yang dibangun bersama AirAsia Grup dan perusahaan swasta asal Filipina tersebut jika menang dalam tender.
Baca juga: Implementasi Regulasi Baru Barang Impor Diperketat, Ini Perubahannya
Besaran angka investasi tersebut. Lajut dia setara dengan kepemilikan saham sebesar 35 persen.
“Lelang sedang berproses, pesertanya ada juga Zurich Airport dan Changi Airport,” kata Andra.
Pengembangan AP II lainnya, yakni pembangunan dan pengelolaan bandara di empat wilayah yang baru saja diputuskan oleh pemerintah. Bandara tersebut, yakni bandara di Tanjung Pandan Belitung, bandara di Tanjung Karang Lampung, bandara di Bengkulu dan Bandara Tjilik Riwut di Palangkaraya.
Dalam hal ini, perusahaan sedang mencari investor strategis untuk mengembangkan empat bandara itu bersama. Bentuk kerja samanya sendiri berupa pemanfaatan aset pemerintah, seperti konsesi.
“Jadi mungkin 30 tahun ke depan dihitung berapa kontribusi tetap yang kami berikan, katakanlah dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenub),” ujar Andra.
Kemudian, AP II juga akan mengembangkan terminal 4. Perusahaan menargetkan dapat menyelesaikan desain terminal 4 pada pertengahan atau akhir 2020 mendatang. Setelah itu, pembangunan baru akan dimulai 2021. (lna)

Leave a Reply