Operasi Pasar Murah Bantu Petani Sayur dan Masyarakat Batang

Sayur Murah Batang
Operasi Pasar Murah yang digelar oleh Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) bekerja sama dengan Bulog dan Disperindagkop UKM Batang, Selasa (3/10/2023). (foto: jatengprov.go.id)

JoSS, BATANG – Petani sayur di Kabupaten Batang ikut serta dalam Operasi Pasar Murah yang diselenggarakan oleh Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) bekerja sama dengan Bulog dan Disperindagkop UKM Batang. Ini tidak hanya membantu dalam pemasaran sayuran selama masa panen tetapi juga menjadi tindakan kepedulian antarwarga.

Kepala Ketahanan Pangan Dispaperta Batang, Dewi Wuryanti, menjelaskan bahwa Operasi Pasar Murah memberi peluang kepada produsen sayur untuk menjual produk langsung ke konsumen dengan harga yang lebih terjangkau daripada harga pasaran. Kegiatan pasar murah ini dilaksanakan secara intensif di delapan kecamatan di Kabupaten Batang.

“Mereka sedang menghadapi masa panen, sehingga produk mereka dapat langsung terjual. Ini secara otomatis akan meningkatkan perekonomian petani,” ujarnya saat mengawasi pelaksanaan Operasi Pasar Murah di Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, pada Selasa (3/10/2023).

Selain itu, selama Operasi Pasar Murah, Pemkab Batang juga mendistribusikan paket sembako yang berisi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), minyak goreng, dan gula pasir dengan harga Rp80 ribu.

Harga ini dianggap lebih terjangkau dibandingkan dengan harga pasaran, mengingat harga beras SPHP di pasar mencapai Rp54 ribu untuk lima kilogram. Sementara itu, beras medium dari Gapoktan dijual dengan harga Rp12-13 ribu per kilogram di pasar.

Baca Juga: Temanggung Terima Dana Insentif Daerah Sebesar Rp11.6 Miliar

Camat Warungasem, Darsono, menyampaikan bahwa harga sembako di pasar masih cukup tinggi, oleh karena itu, Operasi Pasar Murah menjadi salah satu cara untuk membantu meringankan beban ekonomi warga yang kurang mampu.

Kegiatan pasar murah ini, katanya, difokuskan untuk warga kurang mampu yang tersebar di beberapa desa, termasuk Warungasem, Banjiran, Kalibeluk, Gapuro, Masin, Cepagan, hingga Desa Pandansari yang terjauh.

“Warga sangat antusias, dan hal ini menjawab kekhawatiran mereka tentang kenaikan harga bahan pangan,” tambahnya.

Salah satu petani sayur dari Kecamatan Bawang, Faurul, menjelaskan bahwa ia menjual bawang merah seharga Rp15 ribu, cabai merah keriting Rp25 ribu, dan tomat Rp5 ribu.

“Semuanya lebih murah sekitar Rp2 ribu hingga Rp13 ribu dibandingkan dengan harga di pasar,” ungkapnya.

Ia juga mencontohkan bahwa sayuran seperti kangkung, caisim, dan lainnya dijual seharga Rp2 ribu hingga Rp3 ribu per ikat, sementara telur dijual Rp23 ribu, lebih murah sekitar Rp2 ribu dibandingkan dengan harga pasar. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*