Polisi Asal Kendal Tewas Tertembak Pistol di Kediaman Kapolda Kaltara, Kompolnas Turun Tangan

Polisi Kendal Tewas
Ilustrasi (Patrick Daxenbichler )

JoSS, TANJUNG SELOR —  Seorang polisi asal Kendal, Jawa Tengah, Brigadir Polisi Setyo Herlambang yang menjadi pengawal pribadi Kapolda Kalimantan Utara, Irjen Polisi Daniel Aditya Jaya, ditemukan tewas tertembak pistol pada Jumat (22/9/2023).

Jenazah Brigadir H, rencananya dipulangkan dan dimakamkan di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Tengah Komisaris Besar Polisi Satake Bayu Setianto dikonfirmasi di Semarang, Jumat (23/9/2023) malam, membenarkan rencana pemulangan jenazah Brigpol H tersebut ke kampung halamannya.

 “Rencana dibawa menggunakan pesawat melalui Surabaya,” katanya, dilansir Antara.Dari Surabaya, jenazah Brigpol H selanjutnya akan dibawa menuju Kendal melalui jalan darat.

Dari informasi yang dihimpun, kampung halaman Brigpol H berada di Desa Sumber Agung, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal.

Baca Juga: TC PSSI Mulai Dibangun di IKN, FIFA Beri Bantuan Rp85,6 Miliar

Sebelumnya, Brigadir Polisi H ditemukan meninggal dunia di kamarnya di rumah dinas Kapolda Kalimantan Utara pada Jumat siang. di rumah Kapolda sekitar pukul 13.00 WIB.

Kabid Humas Polda Kaltara Komisaris Besar Polisi Budi Rachmat menegaskan bahwa Brigpol H meninggal dunia bukan karena bunuh diri.

“Bukan bunuh diri, dugaan sementara korban sedang membersihkan senjata api. Jadi, akibat kelalaian,” katanya.

Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Yusuf Warsyim mengawal kasus tersebut agar diusut secara tuntas dan profesional.

Yusuf saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat malam, mengatakan Kompolnas sudah melakukan penelusuran terkait peristiwa tersebut dengan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Polda Kaltara.

“Sudah, sementara menunggu informasi lengkap dari polda (Kaltara) yang memeriksa, apa sebenarnya (yang terjadi), terutama autopsi yang dimaksud,” kata Yusuf seperti dikutip  dari Antara.

Menurut Yusuf, pihak Polda Kaltara sudah bersikap responsif dan menyampaikan kepada publik soal kejadian meninggalnya Brigpol Setyo di dalam kamarnya pada Jumat siang.

Untuk memastikan penanganan kasus berjalan secara profesional dan transparan, Kompolnas memantau langsung dan mendorong Kapolda Kaltara untuk turun langsung.

“Jadi, Kompolnas akan terus pantau, termasuk mendorong kapolda turun langsung untuk memastikan proses penanganannya secara profesional dan responsif terhadap pihak keluarga,” katanya.

Yusuf juga memastikan pihak Polda Kaltara sudah responsif dalam penanganan peristiwa tersebut. Kompolnas saat ini terus melakukan koordinasi dan komunikasi dari Jakarta.

Namun tidak menutup kemungkinan Kompolnas turun langsung memantau ke Kaltara, seperti peristiwa meninggalnya siswa SPN Kemiling, Lampung, atas nama Advent Pratama Telaumbauna beberapa waktu lalu.

Mengenai adanya informasi yang menyebut Brigpol Setyo tewas karena bunuh diri, Yusuf mengatakan bahwa hal itu dapat dipastikan setelah ada hasil autopsi. “Kita tunggu hasil autopsi dulu,” ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolda Kaltara Inspektur Jenderal Polisi Daniel Aditya Jaya mengatakan Brigpol Setyo bertugas sebagai pengawal pribadi bukan ajudannya.

Ia mengatakan saat ini tim gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum, Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) serta Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Kaltara sedang melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab kematian korban.

“Kami dan jajaran Polda Kaltara berduka cita yang mendalam atas meninggalnya korban. Korban ditemukan meninggal dunia di kamarnya,” kata Daniel. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*