Modus Phising Terbaru Kian Mengancam, Waspadalah!

Modus Phising Terbaru
Ilustrasi Phising (alexsl/Getty Images)

TWITTER ramai membahas tentang beragam modus phising terbaru yang semakin merajalela dan semakin kreatif. Para penjahat phising terus berubah modus untuk mencari korbannya, membuat para nasabah harus lebih waspada dan berhati-hati dalam bertransaksi online.

Salah satu contoh tragis adalah kasus phising berbentuk undangan digital yang baru-baru ini viral di media sosial. Seorang pengusaha asal Malang, Silvia Yap, harus mengalami kehilangan uang tabungan senilai Rp1,4 miliar di rekeningnya karena terjebak dalam skema phising ini.

Ia menerima undangan nikah palsu melalui WhatsApp dari seseorang yang tidak dikenal, dan setelah membuka link undangan tersebut, uangnya langsung dikuras oleh penjahat melalui malware berbentuk file APK.

Setelah kasus undangan digital ini mencuat, para penjahat phising kembali beraksi dengan modus baru, yaitu melalui tautan Action Button “View”. Mereka akan mengirimkan link yang terlihat meyakinkan, sering kali menggunakan identitas bank yang mirip dengan calon korbannya. Setelah itu, penjahat meminta calon korban untuk mengklik tombol “View” dari tautan yang mereka kirim. Tindakan ini akan menyebabkan malware yang menyimpannya di dalam perangkat korban, yang nantinya digunakan untuk menguras saldo rekening korban.

Baca Juga: Heboh Aksi Vandalisme Tulisan ‘Depok’ di Gua Hira Arab Saudi Diduga Dilakukan Jamaah Indonesia

Bukan hanya modus Action Button “View”, beberapa netizen juga berbagi kisah tentang modus penipuan lainnya, di mana penjahat mengaku telah salah mentransfer uang kepada korban. Kemudian, pelaku meminta korban untuk mengembalikan uang yang mereka klaim sebagai salah transfer tersebut. Namun, kenyataannya, data diri korban telah digunakan untuk mencairkan pinjaman online, dan uang yang diterima oleh korban merupakan hasil pencairan dari pinjaman yang dilakukan oleh penjahat.

Kasus-kasus phising semacam ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan dalam berinteraksi dengan tautan atau pesan dari sumber yang tidak dikenal. Penting untuk selalu memverifikasi informasi, tidak mengklik tautan yang mencurigakan, dan menggunakan lapisan keamanan tambahan, seperti verifikasi dua langkah, untuk melindungi akun dan data pribadi kita dari upaya penipuan online. Semakin sadar dan waspada, semakin sulit bagi penjahat phising untuk mencuri data dan uang kita. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*