Terpilih Jadi Rektor Undip 2024-2029, Prof. Dr. Suharnomo Bertekat Bawa Undip Jadi Garda Terdepan Pembangunan dan Mempertahankan NKRI

Rektor Undip 2024-2029
Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis terpilih menjadi Rektor Undip, periode jabatan 2024-2029 (Dok. UNDIP)

JoSS, SEMARANG – Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis terpilih menjadi Rektor Undip, periode jabatan 2024-2029. Dalam pemilihan yang diselenggarakan oleh Majelis Wali Amanah (MWA) Undip pada Selasa (20/6/2023) Prof. Dr. Suharnomo berhasil meraih 14 suara, mengungguli dua calon lainnya.

Calon lainnya adalah Prof. dr. Muhamad Thohar Arifin, Ph.D., PA., Sp.BS (K). dari Fakultas Kedokteran dan Prof. Ir. M. Agung Wibowo, M.M., M.Sc. dari Fakultas Teknik. Mereka hanya memperoleh 0 dan 9 suara, secara berurutan.

Proses pemilihan rektor ini mengacu pada Peraturan MWA Nomor 1 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pemilihan Rektor dan Pemberhentian Rektor Undip. Tahapan pemilihan meliputi penjaringan, penyaringan, pemilihan, penetapan, hingga pengangkatan rektor terpilih.

Sebelumnya, calon rektor Undip telah mengikuti debat terbuka yang disiarkan melalui kanal video YouTube resmi Undip. Dalam forum debat tersebut, Prof. Dr. Suharnomo menyatakan bahwa semua calon rektor memiliki keunggulan dan tidak perlu lagi diperdebatkan.

“Yang pasti sebenarnya tidak ada lagi yang perlu diperdebatkan. Tadi saya juga sudah ketemu dengan Pak Agung dan Pak Thohar,b ahwasanya sepakat semua calon rektor memiliki keunggulan,” tutur alumnus S-1 Undip yang menamatkan S-2 UGM dan S-3 Unpad ini.

Baca Juga: Undip Luncurkan Program Studi Bisnis Digital untuk Memenuhi Kebutuhan Industri Global

Kendati demikian Suharnomo menceritakan telah banyak membuat pencapaian. Hal paling utama juga selama dirinya menjabat dekan dengan membuat percepatan untuk pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.

Di dalamnya mencakup memajukan sistem perkuliahan, riset, dan pengabdian masyarakat. Suharnomo menuturkan FEB Undip bahkan tercatat memiliki prodi yang semuanya telah terakreditasi internasional.

Selain itu banyak pencapaian kerja sama global terjalin erat dengan banyak universitas mancanegara.

Prestasi menggembirakan lainnya adalah keterserapan banyak alumni bekerja di berbagai perusahaan multinasional.

Sebagai rektor terpilih, Prof. Dr. Suharnomo berharap Undip dapat menjadi solusi bagi persoalan masyarakat dan bangsa. Undip juga diharapkan dapat berkontribusi dalam menurunkan tingkat kemiskinan, memperjuangkan keadilan ekonomi, serta menyelesaikan berbagai persoalan sosial.

Prof. Dr. Suharnomo menegaskan bahwa Undip harus menjadi perguruan tinggi yang berperan sebagai garda terdepan dalam membangun dan mempertahankan kesatuan Republik Indonesia. Selain itu, Undip juga akan terus mencari sumber pendanaan baru dan melibatkan mahasiswa dalam proses pembinaan yang bersifat dialogis.

Dengan terpilihnya Prof. Dr. Suharnomo sebagai rektor, diharapkan Undip dapat memantapkan langkahnya sebagai universitas berkelas internasional, melalui kolaborasi penelitian dan pengabdian masyarakat yang lebih luas, serta penerapan inovasi dan digitalisasi dalam pengelolaan perguruan tinggi.

Sementara itu, dalam debat tersebut, M Agung Wibowo mengemukakan beberapa langkah pengelolaan fakultas secara unggul. Sebanyak 15 prodi FT Undip bahkan telah terakreditasi internasional.

Selain itu juga dalam pengelolaan kampus menjunjung tinggi integritas dan kejujuran. Diciptakan zona reformasi birokrasi bebas korupsi,dalam tata kelola yang transparan dan akuntabel. Kemudian juga ditingkatkan kualitas pelayanan yang ramah manusia dan lingkungan. Kondisi ini juga bagian dari membangun atmosfer akademi yang memadai.

Sementara itu M Thohar Arifin mengatakan siapapun yang akan unggul dalam kontestasi pemilihan rektor Undip harus didukung penuh. “Beliau-beliau yang sekarang berdiri di atas podium dan menyampaikan pemikiran brilian adalah putra terbaik kampus ini,” katanya.

Kendati demikian disampaikan pesan, bahwa di 2024 Undip dihadapkan pada keinginan memantabkan langkah bagian dari kampus berkelas internasional. Alasan ini butuh tanggungjawab bersama yang harus diwujudkan secara bersama-sama.

Ini mencakup juga perlu diterapkan era perkuliahan,pengabdian masyarakat dan penelitian berkolaborasi internasional. Dia menyatakan perlunya sistem pengelolaan perguruan tinggi berbasis inovasi dan digitalisasi. (lna)

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*