Bandara Semarang dan Solo Sediakan Layanan GeNose C19, Hanya Untuk Calon Penumpang

Ilustrasi test GeNose C19 (Foto: halopacitan.com)

JoSS, SEMARANG – Dua bandara di Jawa Tengah yakni Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani dan Bandara Adi Soemarmo Solo mulai menggunakan layanan alat pendeteksi COVID-19 berbasis embusan nafas GeNose C19 untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran Virus Corona.

“Layanan alat GeNose sudah tersedia di area gedung parkir lantai 1A yang dilaksanakan oleh Farmalab sebagai penyedia layanan yang bermitra dengan kami,” kata General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang Hardi Ariyanto di Semarang, Rabu.

Ia menjelaskan bahwa layanan GeNose C19 ini hanya diperuntukan bagi calon penumpang yang telah memiliki tiket pesawat yang berangkat pada hari itu juga dari Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani dan tidak diperuntukan bagi masyarakat umum.

Calon penumpang diimbau tidak mengandalkan layanan GeNose C19 saja sebagai salah satu syarat penerbangan, tapi juga dapat menggunakan layanan “Rapid Test Antigen” yang layanannya juga tersedia di bandara untuk menghindari penumpukkan antrean.

Terkait dengan itu, calon penumpang yang berencana menggunakan layanan GeNose C19 di bandara diharapkan dapat memperhatikan waktu operasional layanan, waktu kedatangan di bandara, dan prosedur layanan tersebut.

Adapun biaya layanan GeNose C19 di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang sebesar Rp40.000, sedangkan waktu operasional layanan GeNose C19 adalah pukul 09.00 WIB-17.00 WIB.

Pihaknya telah menyediakan dua unit mesin GeNose C19 sehingga dapat menampung sebanyak 300 kantong per harinya untuk dapat dilakukan pemeriksaan.

Baca juga: Rapid Tes Antigen di Bandara Kualanamu Gunakan Alat Bekas, Bikin Resah

“Kami berupaya semaksimal mungkin agar tidak terjadi penumpukkan antrean layanan GeNose C19 di bandara dengan mengerahkan sejumlah petugas khusus di lapangan yang merupakan gabungan petugas dari Farmalab, Angkasa Pura Supports dan petugas bandara kami,” ujarnya.

Ketika teridentifikasi potensi adanya penumpukan penumpang, lanjut dia, petugas akan langsung mengarahkan calon penumpang yang awalnya ingin menggunakan layanan GeNose ke layanan Rapid Test Antigen yang tersedia di tiga lokasi di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani.

Sementara itu, Bandara Adi Soemarmo Solo, telah melakukan uji coba layanan GeNose C19 untuk calon penumpang pesawat yang akan melakukan perjalanan melalui bandar udara tersebut, Rabu (28/4/2021).

“Hari ini kami melakukan trial (uji coba), masih mencoba alat ini ke beberapa karyawan, stakeholder. Kalau untuk peralatan yang ada di bandara ada tiga,” kata General Manager Bandara Adi Soemarmo Surakarta Yani Ajat Hermawan, Rabu.

Ia mengatakan untuk setiap alat yang disediakan memiliki kemampuan operasi hingga tiga jam. Pada setiap jamnya alat GeNose bisa digunakan untuk melayani 20 orang.

“Untuk operasional setiap tiga jam nanti diistirahatkan satu jam. Kami membuka pelayanan ini Mulai Kamis (29/4/2021) dari pukul 08.00-15.00 WIB,” katanya.

Ia mengatakan tes GeNose C19 untuk sementara ini baru ditujukan kepada calon penumpang pesawat. Bahkan, sebagai syarat untuk bisa mengakses tes COVID-19 tersebut, calon peserta harus bisa menunjukkan tiket pesawat dan kode booking.

“Kalau dilihat dari kemampuan alatnya dan waktu pelayanan kemungkinan dalam satu hari kami bisa melayani hingga 200 orang,” katanya.

Untuk tarif GeNose C19 sebesar Rp40.000. Ia mengatakan waktu tunggu tes GeNose C19 rata-rata 20 menit. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*