Rawan Kecelakaan, Pemprov Jateng Kebut Pembangunan Jalur Penyelamat Kalijambe Purworejo

Pemprov Jateng mengebut pembangunan Jalur Penyelamat Kalijambe Purworejo untuk menekan angka kecelakaan. Cek target rampung dan progres terbarunya di sini!

PURWOREJO, JOSS.CO.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), mempercepat pembangunan Jalur Penyelamat Darurat (JPD) di ruas Bener-Maron Kalijambe, Kabupaten Purworejo, yang ditargetkan rampung pada Desember 2026. Percepatan itu untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Jawa Tengah, Temmy Purboyono mengatakan, pembangunan paket Realinyemen Horisontal dan Jalur Penyelamat Darurat Bener-Maron Kalijambe, dilakukan untuk menekan angka kecelakaan di jalur itu.

“Tujuan utamanya adalah mengurangi kecelakaan yang sering terjadi di daerah ini,” katanya, mewakili Kepala Dinas PUPR Jateng Henggar Budi Anggoro di lokasi, Kamis (15/10/2027) petang.

Temmy menjelaskan, pekerjaan utama pada paket ini di antaranya, Realinyemen Horisontal berupa pengerjaan mengurangi tingkat kemiringan jalan yang sebelumnya dinilai cukup berbahaya bagi kendaraan, terutama kendaraan berat.

“Kemiringannya dulu 12 persen (tingkat kemiringan), menjadi sekitar 8 persen pada pekerjaan utama itu,” ujarnya.

Pemprov Jateng mengebut pembangunan Jalur Penyelamat Kalijambe Purworejo untuk menekan angka kecelakaan. Cek target rampung dan progres terbarunya di sini!

Pekerjaan utama selanjutnya, terang Temmy, pembangunan jalur baru, serta pembangunanan JPD. Pemerintah membangun JPD dengan panjang sekitar 100 meter dan lebar enam meter. Jalur tersebut disiapkan untuk membantu menghentikan kendaraan yang mengalami gangguan pengereman, termasuk rem blong.

Pekerjaan dengan nilai kontrak Rp17,29 miliar itu mencakup penanganan sepanjang 300 meter. Berdasarkan data kontrak, pelaksanaan dimulai pada 25 Juni 2026, dan dijadwalkan selesai pada 28 Desember 2026.

Temmy menyebutkan, progres fisik pekerjaan hingga saat ini telah mencapai sekitar 50 persen, melampaui target awal sebesar 45 persen. Pihaknya berharap pengerjaan berjalan lancar, sehingga infrastruktur tersebut dapat segera dimanfaatkan masyarakat.

Untuk menjaga kelancaran perjalanan selama pekerjaan berlangsung, Dinas PUPR Jateng juga berkoordinasi dengan kepolisian dalam pengaturan lalu lintas, guna mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi.

“Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Jawa Tengah, karena mengutamakan keselamatan pengguna jalan,” tutur Temmy.

Pembangunan tersebut mendapat respons positif dari warga Desa Kalijambe. Warga setempat, Iskandar mengatakan, kawasan itu sebelumnya kerap mengalami kecelakaan, bahkan sepengetahuannya dulu sebelum ada proyek pembangunan, kejadian kecelakaan kerap terjadi.

Dia telah mengusulkan perbaikan jalan dan pembangunan jalur penyelamat, karena khawatir terhadap keselamatan pengendara yang melintas.

“Saya berterima kasih kepada Pak Gubernur (Gubernur Jateng Ahmad Lutfi). Yang penting ada jalur penyelamat untuk menyelamatkan orang banyak,” ungkap Iskandar.

Manfaat perbaikan juga dirasakan para sopir truk yang setiap hari melintasi ruas tersebut. Novan, sopir truk pengangkut material, menilai, kondisi jalan kini lebih nyaman dan tidak membuat pengemudi secemas sebelumnya.

“Sangat berterima kasih kepada pemerintah. Dengan adanya pembangunan ini, para sopir merasa nyaman lewat situ sekarang dan tidak panik lagi,” ujarnya, ditemui di dekat lokasi perbaikan.

Sopir lainnya, Slamet Winarno, mengatakan perubahan kondisi jalan membuat perjalanan terasa lebih lancar. Menurut dia, tanjakan yang sebelumnya terasa curam kini lebih landai sehingga kendaraan dapat melintas dengan lebih nyaman.

“Kalau sekarang lebih enak karena tanjakannya sudah tidak seperti dulu. Saya berterima kasih kepada pemerintah, karena jalannya sudah diperbaiki,” katanya.

Pantauan di lokasi, pengerjaan JPD tengah dilakukan dengan maksimal. Para pekerja sibuk menyelesaikan pekerjaan berupa pembesian lantai. Sementara, jalan baru telah digunakan kendaraan terutama truk dengan muatan.

Jalur tersebut merupakan daerah rawan lalu lintas. Diketahui, kecelakaan pernah beberapa kali terjadi, dengan kejadian yang paling mencuri perhatian publik, adalah kecelakaan yang menewaskan belasan korban jiwa meninggal dunia.

Baca Juga: Beri Harga Murah, Kopdes Merah Putih di Boyolali Diserbu Warga

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*