Viral Foto Messi Gendong Yamal Jadi Sorotan Jelang Final Piala Dunia

Lionel Messi menggendong bayi Lamine Yamal dalam foto Messi Yamal yang kini viral
Foto ini diambil pada September 2007, menunjukkan Lionel Messi berusia 20 tahun menggendong Lamine Yamal saat sesi foto di ruang ganti stadion Camp Nou di Barcelona. keduanya akan berhadapan di final Piala Dunia. (Joan Monfort/The Associated Press)

JOSS.CO.ID – Pertemuan Argentina dan Spanyol di final Piala Dunia 2026 tidak hanya menyajikan duel dua tim elite, tetapi juga menghadirkan kisah emosional yang kembali mencuat ke permukaan. Sebuah foto lama yang menampilkan Lionel Messi bersama Lamine Yamal saat masih bayi kini menjadi perbincangan luas di media sosial, seolah menjadi simbol pertemuan dua generasi sepak bola dunia.

Foto tersebut kembali viral usai Argentina memastikan tiket ke partai puncak setelah menundukkan Inggris dengan skor 2-1 pada semifinal, Rabu lalu. Dalam gambar itu, Messi terlihat memandikan seorang bayi yang kemudian diketahui sebagai Lamine Yamal, pemain muda sensasional milik Spanyol yang kini menjadi bintang baru.

Momen tersebut ternyata bukan sekadar dokumentasi biasa. Foto diambil pada 2007 oleh fotografer Joan Monfort sebagai bagian dari proyek kalender amal yang digagas bersama UNICEF dan FC Barcelona Foundation. Kalender tersebut dirilis pada 2008, dengan setengah hasil penjualannya disalurkan untuk program perlindungan hak anak.

Selain Messi, sejumlah nama besar seperti Xavi Hernández, Ronaldinho Gaucho, Carles Puyol, hingga Samuel Eto’o juga ikut ambil bagian dalam proyek tersebut. Setiap edisi kalender menampilkan interaksi antara pemain Barcelona dengan anak-anak dari wilayah Catalonia.

Monfort menjelaskan bahwa proyek tersebut bertujuan menyampaikan pesan kemanusiaan melalui pendekatan visual yang hangat. “The objective was to give visibility to a series of social problems faced by kids and their families,” ujarnya kepada ESPN pada 2024. Ia menambahkan, “It was coming up to Christmas, and we wanted to transmit humanity, both through the kids and the players. We tried to find a way of them interacting, laughing, as relaxed as possible.”

Dalam sesi pemotretan untuk edisi Januari, Monfort memilih konsep unik dengan memperlihatkan Messi memandikan bayi Yamal. Ide tersebut dimaksudkan untuk menciptakan interaksi alami antara keduanya. Proses pemotretan juga melibatkan ibu Yamal yang membantu memastikan sesi berjalan lancar.

Selama bertahun-tahun, foto ini nyaris terlupakan hingga akhirnya diunggah kembali oleh ayah Yamal, Mounir Nasraoui, melalui Instagram pada Juli 2024. Ia menuliskan keterangan singkat, “The beginning of two legends ❤️,” yang kemudian memicu perhatian publik.

Perjalanan karier Yamal sendiri dinilai memiliki kemiripan dengan Messi. Keduanya tumbuh dari akademi La Masia milik Barcelona sebelum menembus tim utama di usia muda. Selain itu, keduanya sama-sama berposisi sebagai penyerang kaki kiri dengan bakat luar biasa sejak dini.

Messi bahkan pernah mengakui kemiripan tersebut. Dalam wawancara Desember 2024, ia mengatakan, “If I have to choose someone, because of the age and because of the future that he has, I’ve heard that they have chosen Lamine Yamal — and without doubt, [it’s him] for me too.” Ia menambahkan, “He’s the present and without a doubt has a huge future.”

Kini, hampir dua dekade sejak foto itu diambil, keduanya berpotensi bertemu langsung di lapangan dalam laga final Piala Dunia. Hingga saat ini, tidak ada catatan publik yang menunjukkan bahwa Messi dan Yamal pernah kembali bertemu setelah sesi pemotretan tersebut.

Menjelang pertandingan, Yamal juga mengungkapkan antusiasmenya untuk menghadapi sang legenda. “I’d love to face Messi in a World Cup final,” katanya kepada wartawan.

Laga final yang akan digelar pada Minggu, 19 Juli 2026 di New York-New Jersey Stadium diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling emosional dalam sejarah turnamen. Selain memperebutkan trofi paling bergengsi di dunia sepak bola, duel ini juga mempertemukan dua pemain yang terhubung oleh satu momen tak terlupakan.

Di satu sisi, Messi telah menjadi ikon sepak bola selama lebih dari satu dekade. Di sisi lain, Yamal muncul sebagai wajah masa depan olahraga ini. Pertandingan tersebut bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga tentang peralihan generasi—dari legenda yang telah mengukir sejarah menuju bintang muda yang berpotensi menciptakan era baru.

Baca Juga: Shin Tae-yong Puji Mentalitas Pemain Timnas Indonesia Lawan Argentina

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*