JOSS.CO.ID – Kabar tidak menyenangkan datang dari grup idola JKT48. Beberapa member dilaporkan menjadi korban penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Foto para member tersebut diedit oleh oknum tidak bertanggung jawab hingga menampilkan unsur pornografi.
Mengetahui kejadian ini, manajemen JKT48 akhirnya angkat bicara melalui pernyataan resmi yang diunggah di akun X (sebelumnya Twitter). Pernyataan tersebut dilihat pada Selasa (6/1/2026).
“JKT48 merupakan rumah bagi para member dan fans untuk tumbuh bersama. Kami berkomitmen penuh untuk menjaga keamanan, kehormatan, dan kenyamanan member dalam menjalankan seluruh aktivitasnya,” buka manajemen dalam keterangannya, dilihat Selasa (6/1/2026).
Manajemen mengungkapkan bahwa mereka telah menerima laporan resmi terkait penyalahgunaan teknologi AI yang menyasar sejumlah member JKT48. Konten hasil manipulasi tersebut dinilai melanggar hukum dan berpotensi merugikan korban.
“Kami telah menerima laporan mengenai penyalahgunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang menimpa beberapa member kami. Konten tersebut berpotensi memenuhi unsur pencemaran nama baik dan/atau penghinaan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku,” lanjut pernyataan tersebut.

Lebih lanjut, manajemen JKT48 menegaskan bahwa tindakan oknum tersebut telah menimbulkan kerugian, baik secara moral maupun psikologis bagi para member yang terdampak. Oleh karena itu, mereka mengeluarkan imbauan tegas kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan maupun penyebaran konten tersebut.
“Kami mengimbau, kepada seluruh pihak yang yang telah membuat tau menyebarkan konten tersebut untuk segera berhenti dan menghapusnya secara permanen,” tuturnya.
Manajemen juga memberikan batas waktu kepada para pelaku untuk menghentikan dan menghapus konten tersebut. Jika dalam waktu yang telah ditentukan konten masih ditemukan beredar, langkah hukum akan ditempuh.
“Apabila dalam waktu 2 x 24 jam setelah pengumuman ini diterbitkan kami masih mendapati konten tersebut tersebar, maka guna melindungi member, kami mendukung penuh keputusan member terdampak untuk menempuh jalur hukum. JKT48 Operation Team akan memfasilitasi bantuan dari Penasihat Hukum untuk mendampingi serta mengawal proses hukum ini hingga tuntas,” sambung keterangan itu.
Kasus ini menambah daftar panjang penyalahgunaan teknologi AI yang merugikan individu, khususnya figur publik. Manajemen JKT48 berharap langkah tegas ini dapat memberikan efek jera serta menjadi peringatan agar teknologi digunakan secara bertanggung jawab.

Leave a Reply