JOSS.CO.ID – Mahasiswa Vokasi Universitas Indonesia (UI) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Frans Mahen, mahasiswa Program Studi Penyiaran Multimedia, berhasil meraih penghargaan Best Found Footage Horror Film Award pada ajang Oregon Screams Horror Film Festival Fall 2025 di Amerika Serikat melalui film pendek horor berjudul Tekaté.
Film tersebut menjadi satu-satunya karya dari Indonesia, bahkan Asia, yang lolos seleksi dan memenangkan penghargaan pada festival film tersebut.
“Tidak menyangka, film yang awalnya hanya untuk tugas kuliah bisa mendapat apresiasi di panggung dunia,” kata Frans dalam keterangannya, Selasa (23/9/2025).
Berawal dari Tugas Kuliah
Tekaté merupakan hasil tugas mata kuliah Produksi Film Horor Pendek. Frans, yang bertindak sebagai sutradara, bersama tim Dos Media beranggotakan 11 mahasiswa, memilih genre horor dengan konsep found footage.
Menurut Frans, sebagian besar film mahasiswa di kelasnya bergenre drama. Ia kemudian mencoba menawarkan sesuatu yang berbeda melalui pendekatan horor.
Meski diproduksi dengan peralatan sederhana, film berdurasi pendek tersebut mampu menembus festival internasional dan diputar di layar lebar mancanegara.
Diputar di Beberapa Festival
Selain di Oregon Screams, Tekaté juga diputar di Atlanta After Dark Film Festival Fall 2025 di Amerika Serikat dan Lift-Off Global Network Sessions 2025 di Inggris. Film ini bahkan ditayangkan di Clinton Street Theater, salah satu bioskop tertua di Amerika Serikat.
Ketua Program Studi Penyiaran Multimedia Vokasi UI, Peny Meliaty Hutabarat, menilai pencapaian Frans menjadi bukti bahwa karya mahasiswa dapat bersaing di tingkat global.
“Prestasi ini mencerminkan kualitas mahasiswa Vokasi UI yang mampu melampaui batas ruang kelas,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Tayang Global via Streaming
Saat ini, Tekaté sedang tayang secara global melalui platform Vimeo On Demand sebagai bagian dari jaringan Lift-Off Global Network. Penayangan berlangsung hingga 5 Oktober 2025.
Selain menonton, publik juga dapat memberikan dukungan melalui mekanisme voting. Dukungan tersebut akan menentukan kelanjutan perjalanan Tekaté menuju Season Awards Lift-Off Global Network 2025.
Jika berhasil lolos, film ini berpeluang mendapat distribusi lebih luas serta pengakuan lebih besar di industri film independen dunia.
Pencapaian Frans Mahen menambah daftar prestasi mahasiswa Indonesia di kancah internasional. Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi sineas muda Tanah Air untuk terus berkarya, meski dengan keterbatasan fasilitas produksi.

Leave a Reply