JoSS, KUALA LUMPUR – Politikus senior yang penuh kontroversi, Anwar Ibrahim akhirnya resmi diangkat sebagai Perdana Menteri Malaysia ke-10 oleh Raja Yang di-Pertuan Agung Sultan Abdullah Kamis (24/11/2022).
Dilansir dari Bernama, Anwar Ibrahim membacakan sumpah jabatan Perdana Menteri di Istana Negara pada Kamis (24/11/2022) pukul 17.06 waktu setempat. Sultan Abdullah menyetujui penunjukan tersebut sesuai dengan Pasal 40(2)(a) dan Pasal 43(2)(a) Konstitusi Federal.
Turut hadir dalam upacara tersebut adalah Raja Ratu Agong Tunku Hajah Azizah Aminah Maimunah Iskandariah. Anwar yang mengenakan kemeja hitam lengkap Melayu dengan warna emas di bagian samping, didampingi oleh istrinya, Datuk Seri Dr Wan Azizah Wan Ismail, yang juga Anggota DPR Bandar Tun Razak.
Sesaat setelah mengambil sumpah, Anwar menandatangani beberapa dokumen terkait sebelum upacara diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Mufti Wilayah Federal Datuk Dr Luqman Abdullah. Upacara tersebut disaksikan oleh Ketua Mahkamah Agung Tun Tengku Maimun Tuan Mat, dan Ketua Sekretaris Tan Sri Mohd Zuki Ali.
Anwar Ibrahim, pria berusia 75 tahun yang pernah menjabat sebagai wakil perdana menteri pada tahun 1990-an, sebelum dia dipecat oleh perdana menteri pada saat itu Mahathir Mohamad pada tahun 1998.
Penunjukan Anwar Ibrahim sebagai PM Malaysia berikutnya mengakhiri perjalanan tiga dasawarsa dari pewaris menjadi tahanan yang dihukum karena sodomi, lalu menjadi pemimpin oposisi.
Anwar Ibrahim menghabiskan dua kali di penjara karena kasus sodomi dan korupsi, yang selama ini dianggap sebagai tuduhan bermotivasi politik yang bertujuan untuk mengakhiri karier politiknya. Meski begitu, Anwar Ibrahim menerima pengampunan dari kerajaan setelah Pakatan Harapan menang dalam pemilihan umum 2018.
Pemimpin koalisi partai Pakatan Harapan (PH) itu menjadi orang nomor satu di Malaysia setelah perjalanan panjang dan berbagai drama dalam karir politiknya.
Sebelum ditetapkan menjadi PM saja, Anwar harus melakoni drama karena tak ada pemenang mutlak dalam pemilu akhir pekan lalu. Ia dan rival terberatnya dalam pemilu, Muhyiddin Yassin, pun sempat saling klaim kemenangan.
Namun, Raja Malaysia, Al-Sultan Abdullah, akhirnya mengakhiri drama itu dengan menunjuk Anwar menjadi PM yang baru pada Kamis (24/11). Nama Anwar keluar sebagai pemenang setelah Raja berkonsultasi dengan sultan dari sembilan negara bagian dalam rapat darurat hari ini. Dengan penunjukan ini, drama panjang Anwar menuju kursi PM berakhir sudah.
Kehidupan politik Anwar memang tak jauh dari drama. Semuanya bermula ketika ketika tokoh kelahiran 10 Agustus 1947 itu aktif memimpin gerakan siswa Islam di Malaysia pada medio 1960 hingga 1970-an.
Sebagai aktivis yang lantang menyuarakan reformasi, Anwar pertama kali merasakan dingin lantai bui pada 1974.
Kala itu, ia ditangkap di bawah Undang-undang Keamanan Internal (ISA) karena menggelar unjuk rasa menentang kemiskinan dan kelaparan di daerah pinggiran.
Berlandaskan aturan tersebut, Anwar dijebloskan ke penjara selama 20 bulan tanpa perlu menjalani proses peradilan.
Sebagaimana dilansir Al Jazeera, saat itu lah Anwar menarik perhatian Mahathir Mohamad, yang di kemudian hari naik tahta menjadi PM Malaysia pada 1981.
Setelah keluar dari hotel prodeo, Anwar mengejutkan para rekan perjuangannya ketika memutuskan untuk bergabung dengan partai berkuasa, UMNO, di bawah pimpinan Mahathir. (lna)

Leave a Reply