JoSS, SEOUL – Korban tewas akibat berdesak-desakkan saat perayaan halloween di Itaewon terus bertambah. Pemerintah Korea Selatan mengatakan bahwa hingga Minggu (30/10/2022) pukul 18.00 waktu setempat, sebanyak 153 orang dinyatakan tewas. Sementara sebanyak 133 orang mengalami luka-luka.
Dikutip dari Korea Herald pada Minggu (30/10/2022) sore, Otoritas Kebakaran di Seoul melaporkan korban tewas telah dipindahkan ke rumah sakit dan gimnasium atau ruang serbaguna di sekitarnya. Sebagian besar yang tewas berusia sekitar 20 tahun.
Dari 153 korban tewas, 97 di antaranya seorang wanita dan 56 pria. Tidak kurang dari 20 orang merupakan WNI asing yang berasal dari Tiongkok (4 orang), Iran (4 orang), Rusia (3 orang), US (1 orang), Perancis (1 orang), Vietnam (1 orang), Uzbekistan (1 orang), Norwegia (1 orang), Kazakhstan (1 orang), Sri Lanka (1 orang), Thailand (1 orang), dan Austria (1 orang).
Sementara dari 133 orang terluka, 24 di antaranya mengalami luka berat. Sebanyak 848 personel, termasuk 364 petugas pemadam kebakaran, dikerahkan untuk menangani kecelakaan itu dan 142 ambulans dikerahkan.
Di samping itu, petugas setempat telah menerima laporan 3.580 orang hilang usai tragedi tersebut. Sebanyak 3.493 di antaranya melaporkan melalui telepon dan 87 lainnya langsung ke kantor.
Diberitakan sebelumnya, pada Sabtu (29/10/11) sekitar pukul 11:30 malam, petugas penyelamat melakukan CPR pada puluhan orang yang pingsan di dekat Hotel Hamilton di Itaewon, kata laporan. Laporan awal mengatakan ada sekitar 50 pasien yang mengalami serangan jantung di tempat kejadian.
Adapun, sekitar 100.000 orang berada di distrik hiburan sepanjang hari untuk merayakan akhir pekan Halloween pertama tanpa masker dan langkah-langkah jarak sosial sejak awal pandemi COVID-19.
Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, mendeklarasikan masa berkabung nasional selama sepekan setelah 151 orang tewas akibat berdesakan ketika merayakan Halloween di Itaewon pada Sabtu (29/10).
“Pemerintah akan mencanangkan periode hari ini hingga insiden ini terkendali sebagai masa berkabung nasional dan akan memprioritaskan terkait urusan administrasi untuk pemulihan dan langkah-langkah lanjutan,” ujar Yoon, seperti dikutip kantor berita Yonhap.
Setelah itu, Perdana Menteri Korsel, Han Duck Soo, menjabarkan lebih lanjut bahwa masa berkabung itu ditetapkan sejak Minggu hingga Sabtu (5/11).
Pemerintah Korsel juga akan membangun altar untuk berduka di Seoul. Di altar itu nantinya warga dapat mengenang para korban tragedi Itaewon.
Sementara itu, Yoon juga memerintahkan semua kantor pemerintahan untuk mengibarkan bendera setengah tiang selama masa berkabung ini.
Yoon kemudian kembali menyampaikan belasungkawa kepada para korban. Ia juga berharap korban terluka dapat segera pulih.
“Ini sangat tragis. Tragedi dan bencana yang seharusnya tak terjadi di jantung Seoul kemarin malam,” kata Yoon, sebagaimana dilansir Reuters. (lna)

Leave a Reply