JoSS, JAKARTA – Jumlah pasien positif corona naik dua kali lipat dalam sehari kini menjadi 69 orang dari hari sebelumnya 34 pasien. Empat di antaranya meninggal dunia. Untuk itu, Presiden Joko Widodo meminta kepada Kementerian Kesehatan untuk memberi kewenangan tiap daerah bisa melakukan cek laboratorium.
Juru bicara pemerintah RI untuk kasus corona (Covid-19) Achmad Yurianto merilis jumlah pasien positif virus corona di Indonesia tersebut berdasarkan hasil tracing kontak atau pelacakan kontak dari pasien sebelumnya. Pasien tambahan pertama yang teridentifikasi adalah pasien nomor 35, perempuan 57 tahun, meninggal dunia.
“Pasien nomor 36, perempuan 37 tahun masuk ke RSPI dengan menggunakan ventilator, mengalami perburukan dengan cepat kemudian meninggal. Setelah kita lakukan pemeriksaan ternyata positif,” kata Yuri dalam keterangan pers Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (13/3).
Di antara kasus baru tersebut, lanjutnya terdapat dua bayi usia tiga tahun ke bawah (batita). “[Pasien] nomor 49, laki-laki 3 tahun. Kondisi sakit, ringan-sedang. Selanjutnya Pasien nomor 54, laki-laki, 2 tahun, nampak sakit-sedang,” imbuhnya.
Baca juga: Tangkal Dampak Corona Pemerintah Umumkan Kebijakan Stimulus Jilid 2
Yuri mengatakan tambahan pasien positif itu merupakan hasil pelacakan sejak dua hari lalu. Dua batita yang dinyatakan positif corona itu, kata Yuri, merupakan hasil lacak setelah didapati orang tuanya terinfeksi. “Orang tua sakit, anak kena,” kata pria yang juga Sesditjen P2P Kemenkes tersebut.
Selain itu, Yuri mengabarkan pemerintah Indonesia sudah memutuskan mulai Senin (16/3), pemeriksaan laboratorium atas spesimen tak hanya dilakukan di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes.
Ia mengatakan itu bakal bisa dilakukan di beberapa lembaga seperti di Universitas Airlangga dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman. “Dan, beberapa tempat lagi saat ini sedang on the job training,” katanya.
Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Kementerian Kesehatan agar laboratorium di luar Balitbangkes dapat ikut melakukan uji spesimen pasien terkait virus corona (Covid-19). Selama ini uji spesimen hanya dilakukan Balitbangkes yang berpusat di Jakarta.
“Mengenai pengecekan tadi sudah perintahkan ke Kemenkes agar lab di luar Balitbangkes bisa dilakukan,” kata Jokowi dalam jumpa pers di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (13/3).
Selain itu Ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk kasus virus corona, Zubairi Djoerban, menyarankan pemerintah membuka lebih banyak rumah sakit untuk tes spesimen Covid-19. Zubairi khawatir ke depan Indonesia kesulitan melakukan uji tes virus corona jika tes spesimen hanya dilakukan di Balitbangkes. (lna)

Leave a Reply