JoSS, TAIWAN – Setelah dilanda gempa 6 skala richter, Taiwan kini harus bersiap menghadapi badai topan yang diperkirakan akan terjadi hari ini, Kamis (8/8). Pagi tadi, gempa menguncang pantai timur laut Taiwan. Akibat gempa tersebut sedikitnya 2.000 gedung mengalami pemadaman listrik.
Topan yang bernama Lekima ini berisiko menyebabkan tanah longsor dan kenaikan air laut. Topan Lekima ini merupakan topan dengan level terkuat menurut biro cuaca Taiwan. Badai ini diperkirakan tiba di pesisir timur laut Taiwan hari ini dengan kecepatan 15 km per jam. Lekima memiliki kecepatan angin maksimum 227 km per jam.
Biro cuaca Taiwan harus memberikan peringatan angin kencang dan hujan untuk sebagian besar kota Taipei, kota pelabuhan Keelung dan beberapa wilayah di bagian utara. Biro tersebut juga memperingatkan para pelaut untuk menghindari pesisir selatan dan timur Taiwan.
Sebelum adanya peringatan topan, Taiwan mengalami gempa bumi berkekuatan 6 skala richter yang mengakibatkan pemadaman listrik hingga 10.000 bangunan dan menewaskan satu wanita akibat tertimpa lemari.
Baca juga: Gagalkan Upaya Pemisahan Diri, China Latihan Militer di Dekat Taiwan
“Gempa bumi menghantam ketika kami melakukan persiapan topan adalah kejadian yang langka,” ungkap perdana menteri Su Tseng-chang dalam rapat tanggap darurat.
Pemerintah menegaskan agar semua pihak terkait untuk tetap waspada akan terjadinya badai topan tersebut.
Sebelumnya, sumber dari Reuters menyatakan guncangan ini berpusat di dekat wilayah timur laut Yilan dengan kedalaman 22 kilometer di bawah tanah. Gempa dangkal mengguncang gedung-gedung pencakar langit di ibu kota, Taipei. Sumber gempa berada di dekat wilayah timur laut Yilan memiliki kedalaman 22 km atau 13 mil.
Sejauh ini, tidak ada laporan langsung tentang kerusakan signifikan atau korban jiwa.
Namun, gempa tersebut menyebabkan listrik padam hingga membuat operasional layanan kereta api antar-wilayah di utara Taiwan berhenti sementara. Beberapa pihak juga melaporkan gempa membuat sejumlah pipa gas dan air bocor.
Secara geografis, Taiwan sendiri terletak di dekat persimpangan dua lempeng tektonik sehingga rentan terkena gempa bumi.
Pada 2016, lebih dari 100 orang tewas akibat gempa di selatan Taiwan. Insiden gempa terparah terjadi pada 1999 lalu, saat guncangan berkekuatan 7,6 SR menewaskan lebih dari 2.000 orang yang membuat trauma mendalam penduduk setempat.
Pada April, gempa M 6,1 melanda pulau itu, mengganggu lalu lintas dan melukai 17 orang. (lna)

Leave a Reply