JoSS, JAKARTA – Tim Kuasa Hukum Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin memastikan pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 01 itu tidak akan menghadiri sidang putusan Mahkamah Konstitusi, Kamis (27/6).
Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, Ade I Pulungan mengatakan kliennya menyerahkan sepenuhnya kepada Tim Kuasa Hukumnya. Sementara itu terkait kesiapannya dalam sidang besok, Pulungan mengatakan, tidak ada persiapan khusus namun mereka tetap optimistis dan mempercayakan putusan kepada mahkamah.
“Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf Amin menyerahkan seluruhnya kepada tim kuasa hukum. Kami tetap optimis dan semangat mengenai bagaimana putusannya kita serahkan kepada sembilan hakim MK. Kami menganggap sembilan orang hakim MK ini adalah orang yang sangat kredibel dan dipercaya,” katanya, Rabu (26/6) malam.
Pulungan mengimbau kepada seluruh pendukung dan simpatisan untuk tetap tenang dan tidak membuat kegaduhan di masyarakat.
“Bisa kita saksikan besok pembacaan putusan di rumah masing-masing karena setiap stasiun TV menyiarkan secara langsung. Bahkan ada usulan dari TKN untuk melakukan nobar di rumah Cemara,” ujar dia.
Baca juga: Kapolri: Tak Boleh Ada Aksi di Depan Gedung MK
Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan pemerintah telah mengidentifikasi jaringan teroris yang bakal ikut dalam aksi demonstrasi saat sidang pleno putusan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) pada Kamis, 27 Juni 2019 yang jumlahnya mencapai 30 orang.
“Mereka sudah masuk Jakarta ya, kami sudah kenali mereka, sudah ngelihat itu. Jadi enggak usah khawatir, kalau terjadi sesuatu yang tinggal diambil gitu, yang penting sudah kami ikutin,” kata Moeldoko, seperti dikutip dari Antara, Rabu (26/6).
Menurut Moeldoko, berdasarkan informasi sementara, jumlah massa yang bakal ikut aksi demo di depan MK sekitar 2.500 hingga 3.000 orang. Karena itu, kata dia, TNI dan Polri telah menyiapkan personil sebanyak 40.000 orang untuk melakukan pengamanan saat sidang pleno putusan.
Dia mengatakan jumlah kekuatan ini sudah cukup memadai untuk melakukan pengamanan dalam rencana aksi yang digelar besok. Oleh karena itu, Moeldoko meminta kepada masyarakat untuk tidak khawatir mengenai adanya aksi tersebut.
“TNI-Polri mengerahkan kekuatan yang sangat besar. Ada sekitar 40.000 personel yang disiagakan,” katanya. (lna)

Leave a Reply