Jelang Debat Pilpres Putaran 2, Kedua Calon Siapkan Data

debat pilpres
Ilustrasi | Foto: google

JoSS, JAKARTA – Debat Pilpres putaran ke 2 diselenggarakan nanti malam (Minggu, 17/2). Moderator debat Tommy Tjokro dan Anisha Dasuki ingin kedua capres lebih rileks sehingga dapat memaparkan gagasan-gagasannya dengan baik.

Sementara itu kedua capres diketahui telah menyiapkan data-data pendukung untuk pelengkap saat debat. Calon presiden petahana Joko Widodo mengatakan sudah menyiapkan data-data untuk menghadapi debat capres kedua ini.

Jokowi diketahui telah melakukan simulasi debat beberapa kali secara tertutup. Direktur Komunikasi Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Usman Kansong, mengatakan Jokowi banyak mendapat data dari kementerian sehingga sudah akurat.

Selain itu, analisis dan masukan dari Deputi I KSP Darmawan Prasodjo banyak didengarkan Presiden. “Daftar pertanyaan juga sudah ada,” kata Usman.

Debat kedua capres akan digelar di Hotel Sultan, Jakarta. Adu gagasan kedua ini mengangkat tema infrastruktur, energi, pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup.

Juru bicara TKN, Ace Hasan Syadzily mengatakan, salah satu isu andalan Jokowi adalah bidang infrastruktur. “Lebih dari empat tahun, Pak Jokowi meletakkan paradigma pembangunan Indonesia Sentris. Membangun infrastruktur bukan hanya di Jawa, tetapi di seluruh pelosok Indonesia, di perbatasan, di kawasan pinggiran, di pulau terdepan, maupun di kawasan terisolir,” ujar Ace.

Baca juga: Nonton Debat Pilpres: Dinikmati Saja Jangan Terbawa Emosi

Sementara itu juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, Harryadin Mahardika, bercerita tim debat Prabowo menyiapkan daftar singkatan atau akronim untuk dihapalkan calon presiden nomor urut 02 itu. Harryadin mengatakan tim sempat memaksa Prabowo menghapal singkatan yang sudah disiapkan tim.

“Saya dan teman-teman memaksa Pak Prabowo menghapal singkatan, karena jangan-jangan nanti Pak Jokowi menanyakan singkatan,” ujar Harryadin.

Pada debat Pilpres 2014, Prabowo sempat tak bisa menjawab pertanyaan Jokowi soal kepanjangan dari TPID atau Tim Pengendalian Inflasi Daerah.

Namun, menurut Harryadin, Prabowo enggan menghapalkan nama-nama singkatan ini. Menurutnya Prabowo percaya bahwa Jokowi tidak akan melayangkan pertanyaan yang sama.

Menurut Harryadin, menanyakan singkatan tidak patut dilakukan di dalam debat skala presiden. Sebab, kata dia, tidak akan banyak menyumbang substansi kepada masyarakat yang menonton debat. Apalagi menanyakan singkatan hanya bertujuan untuk menyerang atau menjatuhkan lawan saja.

“Kalau di tingkat daerah, mungkin masih bisa diterima ya, karena sangat bicara masalah teknis,” ujar dia. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*