Gerakan Pangan Murah di Semarang Salurkan 13 Ton Beras SPHP untuk Kendalikan Harga

Ilustrasi sembako. (Foto: istimewa)

JOSS.CO.ID, Semarang – Pemerintah Kota Semarang bersama Perum Bulog, distributor pangan, dan pelaku usaha menyalurkan sedikitnya 13 ton beras Program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM), Sabtu (30/8/2025).

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menjelaskan GPM ini merupakan bagian dari pelaksanaan serentak di 7.285 kecamatan seluruh Indonesia untuk memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

Di Semarang, kegiatan dipusatkan di Kampung Lasipin, Kelurahan Karangturi, Semarang Timur, dan dihadiri langsung Wali Kota beserta Wakil Wali Kota, Iswar Aminuddin.

Selain beras, masyarakat juga bisa membeli kebutuhan pokok lainnya seperti minyak goreng, gula, telur, cabai, dan sayuran dengan harga lebih murah dibandingkan pasar.

“Program ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat, terutama menghadapi potensi fluktuasi harga,” kata Agustina.

Dalam kesempatan itu, Agustina juga melakukan telekonferensi dengan Menteri Dalam Negeri dan berdialog secara virtual dengan lima kecamatan di Semarang, yakni Genuk, Semarang Barat, Ngaliyan, Banyumanik, dan Gajahmungkur.

Ia menegaskan komitmen pemerintah kota menjaga ketahanan pangan sekaligus menekan laju inflasi melalui program pangan murah yang mudah dijangkau masyarakat.

“Ketahanan pangan harus dijaga detik demi detik. Mekanisme pasar memang berpengaruh, tetapi dengan gotong royong pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, pasokan pangan tetap stabil,” tegasnya.

Menurut Agustina, tantangan Semarang sebagai kota metropolitan adalah keterbatasan lahan produksi pangan akibat alih fungsi menjadi kawasan industri dan permukiman. Karena itu, pemkot memperkuat rantai distribusi dan cadangan pangan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Selain GPM, Pemkot Semarang juga menjalankan program inovatif seperti Gerakan Kempling Semar (Ketahanan Pangan Keliling Semarang) dan kerja sama dengan aplikasi Lumpang Semar untuk memperlancar distribusi bahan pokok.

“Semua ini bagian dari upaya menghadirkan pangan yang sehat, aman, dan terjangkau bagi warga,” tambahnya.

Ia menekankan, kegiatan ini membuktikan sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi nyata bagi ketersediaan pangan.

“Dengan semangat gotong royong dan inovasi, Semarang siap menghadapi tantangan pangan di masa depan,” tutupnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*