JoSS, SEMARANG – Pusat perbelanjaan Duta Pertiwi (DP) Mall semarang mengumumkan menghentikan operasional sementara mulai 27 Maret-5 April mendatang. Langkah itu ditempuh untuk mencehah penyebaran corona virus yang tengah mewabah di Tanah Air.
Antonius Agus Budiawan Head of DP Mall Semarang PT Wijaya Pratama Raya dalam keterangan tertulisnya mengatakan penutupan sementara DP mall, terkait dengan status pandemic dari covid-19.
“Kami sepenuhnya mendukung upaya pemerintah untuk mencegah penyebaran virus tersebut, maka dengan ini kami menginformasikan akan menutup sementara kegiatan operasional DP mall Semarang yang akan dimulai pada 27 Maret -5 April 2020,” katanya dalam keterangan tertulisnya.
Dia menambahkan, namun untuk tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok masyarakat maka tenant-tenant yang menyediakan hal tersebut diharapkan tetap buka, dengan jam operasional 10-20 wib, dengan kategori tenant-tenant tersebt adalah Carrefour dan watsons.
Sementara itu, kegiatan operasional kembali direncanakan pada tanggal 6 April. “Apabila situasi saat itu belum memungkinkan maka kami akan mengevaluasi dan mempertimbangkan kembali tanggal operasi,” imbuhnya.
Sebelumnya, sejumlah pusat perbelanjaan atau mal di Kota Semarang mengubah jam operasional kunjungan bagi pengunjung. Upaya itu sejalan dengan gerakan pembatasan jarak sosial atau social distancing yang digalakkan oleh pemerintah.
Baca juga: Hotel Dan Balai Diklat Jateng Dicadangkan Jadi RS Darurat Corona
Mal yang memberlakukan perubahan jam operasional antara lain Mal Ciputra, DP Mal, dan Paragon Mal. Hal itu diketahui melalui pengumuman yang mereka pasang di media sosial masing-masing. Mayoritas mulai hari ini, Senin (23/3), mal beroperasi pada pukul 11.00-20.00 WIB.
Public Relation Mal Ciputra Semarang, Aisa R Jusmar mengatakan, upaya ini sejalan dengan social distancing. “Kami ingin intensitas orang berkunjung ke mal berkurang pada saat ini. Meskipun, secara ekonomi ada dampaknya bagi manajemen mal dan gerai yang ada di sini,” ungkapnya, dikutip dari IDNtimes.
Alasan utama pengurangan jam operasional mal ini juga untuk mengikuti saran pemerintah, yakni supaya pengunjung dan karyawan di mal mengurangi aktivitas di luar.
“Jadi dengan pengurangan jam operasional ini mereka bisa beristirahat di rumah mengingat sekarang ini virus corona juga semakin merebak,” kata Head of DP Mal Semarang, Antonius Budiawan saat dihubungi.
Dengan penerapan social distancing yang sudah berlaku sepekan ini sangat berdampak pada perputaran ekonomi di mal. Sebab, dengan berkurangnya orang berkunjung, mal menjadi sepi dan tingkat kunjungan anjlok. Sehingga, sudah tentu ini memukul semua mal yang ada di Semarang.
“Angka kunjungan ke DP Mal turun 30-40 persen dibandingkan kunjungan normal di hari biasa yang mencapai 14 ribu dan akhir pekan 18 ribu,” tutur Anton.
Kondisi itu juga dialami di Mal Ciputra. Aisa menyampaikan, tingkat kunjungan di mal turun lebih dari 50 persen.
“Jadi, kalau biasanya ada 35 ribu pengunjung datang ke mal pada hari biasa dan 45-50 ribu saat weekend, kini hanya di angka 15 ribuan,” jelasnya.
Saat ini seiring pemberlakuan pembatasan jarak sosial, mal mengubah jam operasional. Adapun, untuk Mal Ciputra perubahan jam operasional berlaku hingga 31 Maret, sedangkan DP Mal hingga 5 April. (lna)

Betul itu dilakukannya hotel ataupun penginapan yg sementara tutup untuk menghindari terjadinya penyebaran wabah virus covid 19, karena bisa berguna untuk mengantisipasi penyebaran wabah virus covid 19nya itu sendiri. Nah kalau survei untuk menjadi Capres dari Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia dimana ada Anies Baswedan di peringkat yg paling teratas atau di peringkat satu, dan masih ada lagi Ganjar Pranowo, serta, Ridwan Kamil, bahkan ada Puan Maharani, dll, semua itu hanyalah di setting belaka, apapun metode survei yg digunakan mau metode random sampling atau pengambilan samle survei secara acak, maupun yg tidak acak atau sistematis. Kayalah pemilik Lembaga survei yg mendapat order untuk mengeluarkan hasil survei settingannya, maklum saja karena dibayar mahal, termasuk survei dari lembaga survei Indo Barometer yg menyatakan telah mensurvei masih ada 65 persen yang mendukung Joko Widodo sebagai “Presiden RI”. Semua survei para capres tahun 2024 mendatang ini dikeluarkan oleh beberapa lembaga survei sebenarnya untuk menipu rakyat Indonesia yg sudah pada tahu bahwa segala pemilu di NKRI atau Pilpres, Pilcawares, Pilcaleg, dan juga bahkan Pilkada dilakukan dibelakang layarnya adalah dengan cara settingan yg gratis atau jual beli jabatan yg membayar sejumlah uang. Jadi kesimpulannya yg gratispun tidak murni atau tidak jujur bisa menjadi pejabat negaranya. Memang rata-rata yg bisa jadi pejabat di NKRI dari adanya pemilu yang pertama kali dulu atau sejak tahun 1955 sampai dengan sekarang dan nanti atau tahun 2024, masih sama saja atau tidak jujur segala pemilu atau Pilpres, Pilcawapres, Pilcaleg, ataupun dan bahkan Pilkada. Para penguasa di pusat dan daerah terbukti telah memakai lembaga survei yg dibayar mahal untuk kepentingan poltik pencitraan mereka. Rakyat yang taqwa turutilah perintah Tuhan Allah SWT di dalam Kitab Suci Al Quran Nurkarim atau surat Annisa ayat 72 yg mengatakan bahwa umat islam yang taqwa wajib memerangi syetan dan para pengikutnya atau iblis sampai habis atau dibasmi.
Betul itu semua apa yg telah dikatakan oleh Bpk. Joko bahwa semua survei-survei yg membuat para tokoh-tokoh politik tertentu ataupun para kepala daerah dan lainnya seperti didukung oleh banyak rakyat Indonesia untuk menjadi Presiden RI di tahun 2024 mendatang adalah palsu atau hanyalah settingan belaka, karena pemilik lembaga surveinya dibayar mahal oleh yg disurvei. Rakyat Indonesia sudah banyak yg tahu kalau survei-survei yg dilakukan oleh para pemilik lembaga survei di NKRI itu kualitasnya abal-abal. Sehingga ujung-ujungnya nanti justru permainan politik kotor itulah atau settingan atau jual beli jabatan yang paling menentukan untuk bisa menjadi pejabat negara di NKRI ini, dan itu memang sudah terjadi sejak pertama kali adanya pemilu di negara kita atau NKRI ini atau pemilu di tahun 1955 yg lalu sampai dengan tahun 2019. Lalu bagaimana kemungkinannya pemilu di tahun 2024 nanti ? tentu jawabannya sudah bisa ditebak yaitu tetap saja sama.