Hadapi Ancaman Radikalisme dan Terorisme, Mohammad Saleh Tekankan Pentingnya Pengamalan Pancasila

Wakil Ketua DPRD Jateng Mohammad Saleh dalam FGD "Koordinasi dan Komunikasi Politik yang Santun, Demokratis, dan Berwawasan Kebangsaan" di Kota Salatiga, Kamis (5/6/2025)

JOSS.CO.ID – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menekankan pentingnya penanaman nilai-nilai ideologi Pancasila dalam berdemokrasi. Hal ini penting di tengah berbagai tantangan yang kompleks seperti radikalisme dan teorisme.

Dia menyebut, saat ini Pancasila mendapatkan ancaman serius. Yakni pengaruh globalisasi kehidupan yang semakin meluas dan persaingan antar bangsa yang semakin tajam.

“Tantangan juga datang seiring makin kuatnya intensitas intervensi kekuatan global dalam perumusan kebijakan nasional,” kata dia dalam FGD “Koordinasi dan Komunikasi Politik yang Santun, Demokratis, dan Berwawasan Kebangsaan” di Kota Salatiga, Kamis (5/6/2025).

Menurut dia, kondisi saat ini ialah ada gejala masyarakat alergi terhadap Pancasila, lunturnya jiwa nasionalisme, moralitas bangsa yang menrun. Di samping itu fenomena KKN, kasus pornografi hingga narkoba, serta terorisme dan radikalisme menjadi ancaman.

Dalam kondisi inilah, Pancasila berperan sebagai dasar negara. Artinya, Pancasila menjadi dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara dan seluruh warga negara Indonesia.

Sebagai ideologi negara, Pancasila dapat dimaknai sebagai sistem kehidupan nasional yang meliputi aspek etika, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan dalam rangka pencapaian cita-cita dan tujuan bangsa yang berlandaskan dasar negara.

FGD “Koordinasi dan Komunikasi Politik yang Santun, Demokratis, dan Berwawasan Kebangsaan” di Kota Salatiga, Kamis (5/6/2025).

Saleh juga menyinggung tantangan terorisme dan radikalisme yang menjadi ancaman bangsa Indonesia. Menghadapi kondisi ini, dia menekankan bahwa Pancasila dapat berperan sebagai senjata penangkal terorisme dan radikalisme.

Namun, nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila harus dihidupkan dan diamalkan dalam kehidupan nyata di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Dikatakan dia, beberapa upaya bisa dilakukan untuk menangkal radikalisme dan terorisme. Yakni saling menghormati antar umat beragama, melaksanakan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing, dan mewaspadai pemaksaan ajaran tertentu.

“Upaya lainnya adalah dengan memperkuat persatuan dan kesatuan, bersikap netral dalam setiap pemecahan permasalahan, dan menghidupkan forum-forum dialog dalam setiap penyelesaian masalah,” ungkap politisi Partai Golkar tersebut.

Lebih jauh dia mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menjunjung tinggi dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan mengamalkan nilai-nilai yang ada di dalam Pancasila, setiap dari kita memiliki ideologi dan pegangan yang kuat sehingga tidak mudah terpengaruh oleh radikalisme dan terorisme,” ungkap Mohammad Saleh.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*