Rawan Aksi Premanisme di Masa Lebaran, Pemprov Jateng Awasi Ormas ‘Nakal’

Kepala Kesbangpol Jawa Tengah, Haerudin. (Foto: Joss.co.id)

JOSS.CO.ID, Semarang – Pemprov Jawa Tengah (Jateng) melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) melakukan pengawasan terhadap organisasi masyarakat atau Ormas-ormas nakal yang melakukan aksi premanisme di masa Hari Raya Lebaran 2025.

Kepala Kesbangpol Jateng Haerudin mengatakan bahwa saat ini ada sekitar 500-an ormas yang terdaftar di Kesbangpol Jateng. Pihaknya mengaku sudah memberikan imbauan kepada seluruh ormas untuk menjaga kondusivitas selama Ramadan dan Lebaran.

Termasuk dalam hal ini Ormas diminta untuk mengedepankan ahlak atau sopan santun dalam melakukan aktivitas di masyarakat serta tidak melakukan tindakan polisional hingga premanisme yang meresahkan.

“Kami sampaikan agar teman-teman ormas ini mematuhi kaidah-kaidah yang berjalan. Kami juga mengharapkan ormas agar lebih mengedepankan ahlak dan sopan santun dalam melakukan aktivitas,” katanya kepada wartawan, Selasa (25/3/2025).

Dikatakan dia, Gubernur Ahmad Luthfi juga memberikan atensi khusus terhadap kerawanan aksi premanisme menjelang dan pada saat Hari Raya Lebaran. Dia berharap kondusivitas wilayah di Jawa Tengah tetap terjaga dengan baik.

“Pak Gub selalu mengingatkan tidak boleh lagi ada ormas yang melakukan tindakan polisional seperti penertiban, apalagi tindakan premanisme. Apalagi Jawa Tengah ini kan terkenal dengan mengedepankan ahlak dan adab,” ujar Haerudin.

Dia juga mengingatkan kepada ormas yang sebelumnya telah melakukan penandatanganan atau kesepakatan bersama Binmas Polda Jateng untuk menjaga kondusivitas dan tidak melakukan aktivitas meresahkan di masyarakat.

Pihaknya akan melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap aktivitas ormas dengan tujuan masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman tanpa gangguan.

“Yang kita khawatirkan justru kelompok-kelompok yang tidak terdaftar sebagai ormas kemasyarakatan di Kesbangpol. Kita punya tim pengawasan ormas yang juga lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap idulfitri dan mudik Lebaran,” tandasnya.

Sebelumnya Gubernur Jateng Ahmad Luthfi memastikan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi pelayanan priortas yang diberikan Pemprov Jateng pada saat mudik Lebaran 2025.

Pihaknya bekerja sama dengan Kapolda Jateng dan Pangdam IV/Diponegoro untuk mencegah dan membasmi gangguan keamanan dan ketertiban dari Ormas yang rawan terjadi menjelang Lebaran seperti premanisme.

Pihaknya juga meminta masyarakat untuk tidak melakukan tindakan premanisme yang membuat resah publik. Misalnya menutup akses jalan, menyegel dan menertibkan tempat dan fasilitas umum, maupun memalak para pemudik.

“Siapapun di wilayah Jawa Tengah tidak boleh melakukaan tindakan-tindakan yang kewenangannya kepolisian. Mau nutup, mau nyegel, mau menertibkan, apalagi minta-minta,” kata Luthfi di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (17/3/2025).

Apabila masyarakat mendapatkan gangguan tindakan premanisme dari ormas maupun oknum tidak bertanggung jawab diminta untuk segera melapor ke pemerintah daerah maupun ke Forkopimda Jawa Jawa Tengah.

“Silahkan melapor, lapor ke Kapolda, Pangdam, lapor Gubernur kalau perlu kita turun tangan untuk basmi premanisme. Karena jaminan keamanan, ketertiban, merupakan modal dasar dalam rangka membangun masyarakat, jadi tidak boleh digangguin,” kata Luthfi.
[15:46, 3/25/2025] Bang Mahfud BI: Jaga Kondusivitas Lebaran, Pemprov Jateng Deteksi Dini Potensi Gangguan Terorisme

INDORAYA – Pemprov Jawa Tengah (Jateng) melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbanpol) melakukan deteksi dini dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan radikalisme dan terorisme selama Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2025.

Kepala Kesbangpol Jateng Haerudin mengatakan bahwa kondusivitas wilayah menjadi prioritas pada saat Lebaran. Hal ini supaya umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman tanpa adanya gangguan.

Deteksi dini potensi gangguan radikalisme dan terorisme ini dilakukan secara koordinatif bersama Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA), Polri/TNI, Satpol PP, dan instansi lainnya.

“Kita berkoordinasi untuk memantau dan melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan-kemungkinan yang dilakukan kelompok anti toleran di antaranya potensi munculnya ancaman, hambatan, dan gangguan berbasis pada aksi radikalisme maupun terorisme,” katanya kepada wartawan, Selasa (25/3/2025).

Haerudin bilang, sejumlah personil dan petugas gabungan akan ditempatkan di tempat-tempat ibadah untuk memastikan tidak ada gangguan terhadap masyarakat yang melakukan takbir maupun salat Iduliftri.

“Kami lakukan pemantauan kita bekerja sama dengan Kesbangpol kabupaten/kota dan temen-teman jaringan lainnya untuk menempatkan personil baik secara tertutup maupun terbuka,” ucap dia.

Untuk memperkuat toleransi antarumat beragama, pihaknya bersama DPRD Jateng juga rutin menggelar sosialisasi empat pilar. Selain itu Kesbangpol Jateng bersama FKUB juga rutin mengadakan dialog lintas iman.

“Kami juga melakukan sosialisasi empat pilar terkait dengan sosialisasi 4 konsensus dasar. Kami imbau masyarakat terutama umat beragama agar melibatkan nilai-nilai toleransi dalam menyambut Idulfitri 1446 Hijriyah,” ungkap dia.

Lebih lanjut Pemprov Jateng mengajak masyarakat bersama-sama menciptakan suasana Lebaran yang aman dan kondusif. Tidak hanya di tempat ibadah, tetapi juga di tempat wisata maupun tempat-tempat lain.

“Kita sedang memberikan sosialisasi juga kepada masyarakat untuk membantu apapun persoalan mudik di Jawa Tengah terkait tempat ibadah, tempat wisata atau tempat-tempat lain yang jadi tujuan pemudik,” pungkas Haerudin.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*