Prediksi Korban Meninggal Gempa Turki dan Suriah Capai 10 ribu

Korban Gempah Turki Suriah
Gempa Turki (Foto: Eren Bozkurt/Anadolu Agency via Getty Images)

JoSS, TURKI – Survei Geologi Amerika Serikat (United States Geological Survey/USGS) memprediksi korban tewas akibat gempa magnitudo 7,7 di Turki hingga Suriah pada Senin (6/2) bisa mencapai 10 ribu orang.

Dilansir dari CNN, USGS mencatat 47 persen peluang korban meninggal dunia tembus antara 100 sampai 10.000 jiwa. Ada pula peluang 27 persen korban tewas bisa menjangkau 100 hingga 1.000 jiwa.

Lebih dari itu, USGS juga mencatat 20 persen peluang korban tewas akibat gempa Turki dan Suriah bisa mencapai 10 ribu hingga 100 ribu jiwa. Prediksi ini diambil dari pemodelan berdasarkan sejarah gempa bumi di wilayah tersebut.

Perkiraan juga ditentukan dari pertimbangan populasi yang terkena guncangan terberat dan kerentanan struktur di zona yang paling terdampak.

“Jumlah korban yang tinggi dan kerusakan hebat kemungkinan besar terjadi dan bencana itu kemungkinan besar meluas,” bunyi laporan USGS.

“Populasi di wilayah ini tinggal di struktur yang sangat rentan terhadap guncangan gempa, meski ada beberapa struktur yang mampu bertahan.”

Laporan itu juga memperkirakan kerugian ekonomi berpotensi terjadi di kisaran US$1 miliar hingga US$10 miliar. Jumlah itu bisa mencapai hingga 2 persen PDB Turki.

Turki diguncang gempa magnitudo 7,7 hari ini. Gempa itu terasa hingga Suriah dan per Selasa (7/2) bencana ini telah menewaskan total 3.823 orang di Turki dan Suriah. Sementara itu, belasan ribu orang di dua wilayah tersebut dilaporkan terluka

Hingga kini, ribuan bangunan termasuk gedung apartemen dan perkantoran dilaporkan runtuh. Pihak berwenang pun memperkirakan jumlah korban tewas kemungkinan masih akan terus bertambah lantaran banyak orang yang hilang diduga masih terjebak reruntuhan.

Di Turki, proses evakuasi puing-puing reruntuhan dan penyelamatan juga terhambat oleh badai salju musim dingin yang menutupi jalan-jalan utama dengan es dan salju.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki Lalu Muhammad Iqbal mengatakan tiga warga negara Indonesia (WNI) mengalami patah tulang akibat gempa bermagnitudo 7,7 guncang Turki hingga Suriah pada Senin (6/2).

Dalam konferensi virtual pada Selasa, Iqbal mengungkapkan tim KBRI akan berkunjung ke lokasi-lokasi terdampak gempa dan mengevakuasi WNI.

Wilayah terdampak gempa di antaranya Adana, Adıyaman, Kahramanmaras, Gaziantep, Diyarbakir, Hatay, Kilis, Sanliurfa, Malatya, Osmaniye, Elazig, dan Elbistan.

“Di Hatay, kita akan evakuasi sembilan orang. Tiga diantaranya alami patah tulang, patah punggung salah satunya,” ujar Iqbal.

Lebih lanjut, Iqbal menerangkan keenam yang lain sudah dirujuk ke rumah sakit setempat. Namun, RS di Hatay penuh sehingga KBRI memutuskan merawat mereka di Ankara, ibu kota Turki.

Selain itu, Dubes tersebut juga membeberkan akan mengevakuasi satu WNI yang berada di Adana.
Sejauh ini, total WNI yang luka-luka imbas gempa mencapai sepuluh orang. Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Turki hingga Suriah pada Senin pagi waktu setempat. Selama 24 jam usai gempa perdana, Turki diguncang 100 gempa susulan.

Imbas bencana ini, 4.372 orang dari dua negara tewas. Lebih rinci, korban di Turki mencapai 2.921 dan di Suriah hingga 1.451 jiwa. Sementara itu, korban yang mengalami luka-luka di Turki tercatat 15.834 orang, sedangkan di Suriah mencapai 3.531 orang.

Menanggapi bencana itu, komunitas internasional ramai-ramai mengirim bantuan ke Turki dan Suriah. Iran dan Irak misalnya sudah mengirim pesawat bantuan berisi makanan dan peralatan medis untuk Suriah.

Rusia juga mengerahkan 300 tentara untuk membantu pihak berwenang Suriah mencari korban dan membersihkan puing-puing reruntuhan. Indonesia juga disebut mengirim bantuan berupa makanan dan selimut. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*