Sangat Berbahaya, Kemenkes Resmi Larang Penjualan Jajanan Mengandung Nitrogen Cair ‘Chiki Ngebul’

Kemenkes Larang Chiki Ngebul
Tangkapan layar Youtube Indonesia Food Department

JoSS, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi larang gerai jajanan keliling menjual pangan siap saji yang mengandung cairan nitrogen, termasuk chiki ngebul.

Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor KL.02.02/C/90/2023 tentang Pengawasan Terhadap Penggunaan Nitrogen Cair Pada Produk Pangan Siap Saji yang ditandatangani Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Maxi Rein Rondonuwu pada 6 Januari 2023.

Menjelaskan secara pasti bahwa Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) selain restoran, seperti gerai pangan jajanan keliling, untuk saat ini tidak direkomendasikan menggunakan nitrogen cair pada produk pangan siap saji yang dijual.

“Surat Edaran ini dimaksudkan sebagai upaya pencegahan dan peningkatan kewaspadaan penggunaan nitrogen cair pada pangan siap saji untuk mencegah terjadinya keracunan pangan,” kata Dirjen Maxi dalam keterangan resminya, Kamis (12/1/2023).

Sebelumnya, sebanyak 28 anak di Jawa Barat, yaitu Tasikmalaya (24 kasus) dan Bekasi (4 kasus), dilaporkan keracunan chiki ngebul. Dari 24 kasus di Tasikmalaya, 7 anak mesti dibawa ke fasilitas kesehatan karena mengalami gejala keracunan yang buruk.

Sementara itu, satu dari empat kasus di Bekasi dilaporkan mengalami kerusakan usus serius. Korban masih dalam pemantauan tim medis hingga saat ini.

Kemenkes resmi larang penjualan jajanan mengandung Nitrogen Cair ‘Chiki Ngebul’. Selain melarang penggunaan nitrogen cair untuk pangan siap saji, Kemenkes juga menginstruksikan kepada pemerintah daerah, dinas kesehatan, puskesmas, dan kantor kesehatan pelabuhan untuk melakukan pembinaan serta pengawasan terhadap produk pangan siap saji yang menggunakan nitrogen cair yang beredar di masyarakat di wilayah kerjanya.

Maxi menjelaskan, chiki ngebul yang mengandung nitrogen cair jika dikonsumsi berlebihan dan dalam jangka panjang bisa menyebabkan masalah kesehatan serius.

Masalah kesehatan akibat chiki ngebul itu antara lain radang dingin, luka bakar atau cold burn pada jaringan kulit, tenggorokan terasa terbakar, bahkan dapat terjadi kerusakan internal organ.

“Ini disebabkan oleh suhu yang teramat dingin dan langsung bersentuhan dengan organ tubuh dalam waktu lama,” ungkap Maxi dalam keterangan resminya, Kamis (12/1/2023). Selain masalah tersebut, menghirup uap asap nitrogen dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kesulitan bernapas yang cukup parah.

“Nitrogen cair bukan hanya berbahaya bila dikonsumsi, tapi jika uapnya terhirup dapat menyebabkan kesulitan bernapas yang cukup parah,” kata dia.

Sebelumnya, kasus keracunan chiki ngebul nitrogen cair yang dialami tujuh anak di Tasikmalaya, Jawa Barat menjadi perhatian khusus. Mereka mengalami gejala seperti pusing, sesak napas, muntah-muntah, dan mual usai menyantap chiki ngebul yang dijual di sekitar sekolah.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr Ari Fahrial Syam, SpPD, menjelaskan bahwa reaksi keracunan yang dialami sejumlah anak itu diduga akibat chiki ngebul yang dikonsumsi terkontaminasi kuman atau bakteri.

“Kemungkinan chiki ngebul yang dimakan anak-anak ini terkontaminasi kuman atau bakteri, sehingga pasien muntah-muntah dan diare atau nyeri perut,” papar dr Ari dilansir dari MNC Portal, Sabtu (7/1/2023).

Lebih lanjut, dr Ari menjelaskan bahwa chiki ngebul yang memiliki kandungan nitrogen memang tidak direkomendasikan untuk dimakan. Sebab, dapat menimbulkan kerusakan pada saluran cerna atas.

“Chiki ngebul itu kan mengandung nitrogen dan nitrogen itu punya sifat daya beku yang besar. Artinya, ketika terpapar kulit manusia, itu dapat merusak struktur kulit akibat suhu dingin yang ditimbulkan,” jelas dr Ari. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*