[widget id="text-5"]

Cegah Corona Tukang Cukur Dan Salon Dilarang Beroperasi

Kolase, PM Malaysia Muhyiddin Yassin - barbershop di Malaysia | Foto: net/malaymail.com

JoSS, KUALA LUMPUR, MALAYSIA – Untuk mencegah penyebaran virus corona dan menghindari penularan infeksi SARS CoV-2 yang menyebabkan pandemi Covid-19, Pemerintah Malaysia melarang kegiatan salon kecantikan, pangkas rambut alias tukang cukur, tak ketinggalan kegiatan toko kacamata juga dilarang untuk sementara waktu. Pelarangan tersebut setidaknya berlaku sampai 28 April 2020 mendatang.

Menteri Pertahanan Malaysia, Ismail Sabri Yaakob, menegaskan hal itu di Kuala Lumpur, Senin (13/4/2020). Sabri mengatakan bahwa kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Kabinet yang dipimpin Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, beberapa waktu sebelumnya. Perintah tersebut masuk dalam poin-poin lockdown atau yang resminya disebut Perintah Kawalan Pergerakan (PKP), yang dinyatakan berlaku semenjak 18 Maret 2020.

Saat menjelaskan latar belakang kebijakan tersebut, Ismail Sabri mengungkapkan bahwa pemerintah sudah mendengarkan pendapat dan pandangan warga, kemudian juga meminta pertimbangan dan masukan dari para pakar serta lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang ada. Semua itu kemudian dibahas dalam rapat kabinet yang dipimpin lang perdana menteri.

Ditegaskan, bahwa kebijakan tersebut sudah mempertimbangkan berbagai aspek. “Saya kira menjawab pertanyaan oleh rakyat, maka Perdana Menteri sendiri telah memutuskan bahwa tidak ada lagi isu berkenaan kedai gunting rambut dan sebagainya karena tidak dibenarkan beroperasi,” katanya.

Baca juga: Jumlah Korban Corona di AS Mengejutkan Banyak Pihak, Awak Kapal Induk Terinfeksi Covid-19

Hal lain yang diingatkan oleh Menhan Malaysia adalah semua kegiatan umum sampai masa PKP, tidak diperbolehkan. Termasuk di dalamnya semua bentuk bazar Ramadan tidak dibenarkan beroperasi di seluruh negara sepanjang tempo PKP.

Untuk para mahasiswa yang tengah menempuh program studi, Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, meminta agar tetap berada di kampus masing-masing selama PKP diterapkan. Artinya, tidak usah pulang ke daerah asal atau bepergian.

Sebagai konsekuensi dari kebijakan tersebut, Pemerintah Malaysia melalui Kementerian Pendidikan Tinggi (KPT) menjamin kebutuhan makan dan minum untuk para mahasiswa.

Mengacu laporan terbaru worldometer, wabah Covid-19 di Malaysia sampai Senin (13/4/2020) sudah menginfeksi sedikitnya 4.817 orang, dimana 77 orang diantaranya meninggal karena Covid-19. Sementara jumlah pasien yang dinyatakan sembuh tercatat sebanyak  2.276 orang.

Pemerintah Malaysia semula menerapkan lockdown atau Perintah Kawalan Pergerakan hanya sampai 14 April 2020. Namun melihat kondisi di lapangan, penguncian atau lockdown selama dua pekan ke depan, hingga 28 April 2020. “Mungkin perlu beberapa bulan sebelum kita dapat mengatakan bahwa kita bebas dari virus,” kata PM Malayasia Muhyiddin, saat menyampaikan hal itu, Jumat (10/4/2020). Dia menjelaskan perpanjangan tersebut untuk memberikan ruang bagi tenaga medis dalam upaya memerangi penyebaran Covid-19 dan mencegahnya muncul lagi. (wid/ant)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


[widget id="text-3"]