
JOSS.CO.ID – Aksi Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mematikan mikrofon saat Rapat Paripurna DPRD Provinsi Maluku Utara pada Senin (12/10/2026) lalu mendadak viral dan mencuri perhatian publik. Insiden ini terjadi setelah pimpinan sidang melarang sang gubernur memberikan penjelasan balasan terkait kritik tajam yang dilayangkan para legislator.
Peristiwa tersebut berawal ketika sejumlah anggota DPRD Maluku Utara menyuarakan sorotan keras mengenai masalah keuangan daerah. Pokok pembahasan berfokus pada utang daerah serta skema pencicilan Dana Bagi Hasil (DBH) ke kabupaten/kota yang nilainya mencapai lebih dari Rp 1 triliun.
Dalam interupsinya, anggota dewan menyayangkan kondisi fiskal daerah yang dinilai tidak sebanding dengan hasil kekayaan alam Maluku Utara. Menurut mereka, hasil bumi daerah justru lebih banyak ditarik ke pemerintah pusat untuk memperkuat fiskal nasional, sementara daerah harus menanggung beban pinjaman demi pembangunan infrastruktur.
Para wakil rakyat menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan wakil rakyat di tingkat pusat (DPR RI/DPD RI) untuk menagih hak-hak serta piutang daerah yang ada di pusat.
DPRD juga menilai kondisi ini menjadi ironi bagi Maluku Utara. Meski kerap dicatat sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tinggi, daerah tersebut masih dihadapkan pada persoalan fiskal mendasar serta masalah kesejahteraan masyarakat.
Pihak dewan berharap komunikasi yang terjalin baik dengan pusat dapat membawa dampak nyata bagi masyarakat luas agar tidak sekadar menjadi angka statistik belaka.
Mendengar rentetan pertanyaan seragam mengenai utang DBH dan kondisi ekonomi daerah, Gubernur Sherly Tjoanda meminta izin kepada pimpinan sidang untuk memberikan klarifikasi secara langsung.
Namun, pimpinan rapat dengan tegas menghentikan niat tersebut dengan menyandarkan keputusan pada aturan tata tertib forum Paripurna.
Mendengar penolakan berbasis aturan dewan tersebut, Gubernur Sherly Tjoanda langsung merespons singkat sembari mematikan mikrofon di mejanya.
Aksi mematikan mikrofon ini pun langsung menjadi perbincangan hangat, baik di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara maupun di kalangan masyarakat luas.
Baca Juga: Viral Motor Listrik Terbengkalai di Bekasi, Kodam Jaya dan BGN Buka Suara

Leave a Reply