[widget id="text-5"]

Hari Ini, Belasan Ribu Mahasiswa Bakal Duduki DPR RI dan Istana

Aksi massa mahasiswa menolak rancangan undang-undang bermasalah | Foto: twitter Lini Zurli @Lini_ZQ

JoSS, JAKARTA – Belasan ribu massa mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia bakal menggelar aksi demontrasi yang lebih besar dari yang terjadi Senin (23/9). Mereka akan menduduki dua titik yakni gedung DPR RI dan Istana Negara untuk menyuarakan sejumlah tuntutan penolakan terkait revisi sejumlah undang-undang yang dinilai bermasalah.

Puncak demo ini bertepatan dengan rencana sidang paripurna DPR. Aliansi mahasiswa menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan DPR mencabut RUU bermasalah seperti revisi UU KPK yang telah disahkan, RUU KUHP dan RUU Pemasyarakatan.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Manik Marganamahendra memperkirakan massa berjumlah belasan ribu. Massa yang mengatasnamakan ‘Aliansi Mahasiswa Tuntut Tuntaskan Reformasi’ akan menggelarkan puncak aksi demo di Istana Negara dan DPR.

Dia mengatakan, mahasiswa menolak demo tersebut ditunggangi politik. Dia memastikan aksi 23-24 September tidak terlibat politik praktis manapun dan tidak ada yang bisa menunggangi kepentingan selain menuntut kepada Pemerintah dan DPR untuk segera tuntaskan agenda reformasi.

“Kami jamin bahwa agenda 23-24 September aksi tidak terlibat kepada kepentingan politik praktis manapun. Hidup rakyat Indonesia,” katanya, saat jumpa pers, di Tugu Reformasi Trisakti, Jalan Kyai Tapa, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Senin (23/9).

Baca juga: Ribuan Mahasiswa Ikuti Aksi #GejayanMemanggil Tolak Sejumlah RUU

Dia mengatakan mahasiswa ingin RUU yang tengah dibahas–yang mereka nilai bermasalah–untuk ditunda pengesahannya. Manik mencontohkan Revisi Undang-Undang KUHP terkait RUU bermasalah itu.

“Di depan DPR Senayan tanggal 24 September. Kami juga ingin kembali mengingatkan tuntutannya adalah menunda RUU yang bermasalah. Karena di tanggal 23 dan 24 September kami mem-follow up dari gerakan 19 September kemarin bahwa upaya kami DPR tidak melanjutkan RUU bermasalah satunya RUU KUHP untuk segera tidak disahkan pada tanggal 23 hari ini,” tambah Manik.

Sementara itu, Ketua BEM UNJ, Abbas, mengatakan puncak aksi demo tersebut juga akan diikuti para petani. Ribuan petani direncanakan akan turut hadir.

“Berkaitan tanggal 24 September nanti kita akan bersama Aliansi Tani yang mana kawan-kawan tani menjanjikan dari mungkin 7.000 sampai 9.000, belum lagi dijumlahkan kuantitas mahasiswa,” imbuh Abbas.
Ia menyatakan mahasiswa telah membuat gerakan ‘mengosongkan kelas’ pada Selasa (24/9). Manik mengatakan perkuliahan akan digelar di depan gedung DPR.

Sementara itu, hingga Senin (23/9) malam mahasiswa penolak RKUHP-UU KPK masih menduduki sejumlah titik di Ibukota Jakarta, di antaranya, memblokade jalan tol dalam kota di Slipi, Senayan dan sejumlah tempat lainnya.

Mereka bahkan melemparkan botol air mineral ke arah gerbang depan gedung MPR/DPR. Mahasiswa juga mendorong-dorong pagar pintu gerbang. Dikutip dari Detiknews, aksi ini terjadi sekitar pukul 19.10 WIB, Senin (23/9). Mereka juga berteriak meminta polisi bersikap mengayomi.

Kapolres Jakpus Kombes Harry Kurniawan mendekati mahasiswa. Sementara itu, personel polisi masih berada di pinggir titik kumpul mahasiswa. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


[widget id="text-3"]