JoSS, JAKARTA – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendorong Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Kementerian Perhubungan menuntut penjelasan sekaligus pertanggungjawaban Lion Air soal kebocoran data penumpang.
Menurut pria yang akrab disapa Bamsoet itu, Pembocoran data pribadi tanpa persetujuan pihak yang bersangkutan tidak dapat dibenarkan, dan juga tidak etis.
Dia menilai kasus pembocoran dan penyebarluasan data pribadi penumpang Lion Air memang perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, karena data pribadi puluhan juta WNI itu telah dikuasai atau disimpan pihak asing.
Dia menilai, pemerintah perlu memperhatikan karena data puluhan juta penumpang WNI telah dikuasai atau disimpang oleh pihak asing. Pasalnya, data sensitif yang berisikan KTP hingga paspor tersebut tersebar di forum internet luar negeri dan disimpan Amazon Web Services (AWS).
Baca juga: Revisi UU PAS Bakal Permudah Pembebasan Bersyarat Bagi Koruptor
“Tanpa bermaksud menuduh, semua data itu berpotensi disalahgunakan oleh pihak lain tanpa persetujuan yang bersangkutan. Artinya, puluhan juta WNI berpotensi dirugikan oleh pihak yang menguasai data-data itu,” kata Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (19/9).
Bamsoet menilai, Indonesia memang belum memiliki aturan khusus soal perlindungan data pribadi. Namun pasal 26 UU Nomor 11 tahun 2018 tentang ITE menyatakan, penggunaan data pribadi untuk kepentingan media elektronik memerlukan persetujuan dari pemilik data. Dengan kata lain, pelanggaran tersebut bisa digugat.
Selain itu, menurut Bamsoet, kebocoran data tersebut juga berpotensi melanggar aturan lain yaitu PP Nomor 82 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik. Dalam PP itu ditegaskan bahwa data pribadi harus seizin pemilik data.
Sebelumnya, kasus kebocoran data Malindo Air dan Thai Lion Air diungkap oleh blog teknologi BleepingComputer. Data tersebut bocor di sebuah forum online dalam sebulan terakhir.
Data yang bocor berada dari dua database, pertama berisi 21 juta dan lainnya berisi 14 juta. Data ini tersimpan dalam file backup yang dibuat Mei 2019 untuk Malindo Air dan Thai Lion Air. (lna)

Leave a Reply