Makin Aktif Hari Ini Guguran Lava Gunung Merapi 4 Kali

JoSS, JOGJA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah mengalami empat kali gempa guguran selama enam jam pengamatan mulai 00.00 WIB sampai 06.00 WIB pada Rabu (10/4).

Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam pernyataan resminya menyebut, gempa guguran selama periode tersebut amplitudonya 2-9 mm dengan durasi 11-49 detik. Selain gempa guguran, BPPTKG juga mencatat satu kali gempa hembusan dengan amplitudo 6 mm yang berlangsung selama 11 detik.

Hasil pengamatan visual menunjukkan asap kawah Merapi bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 20 meter di atas puncak kawah.

Angin di gunung itu bertiup lemah ke arah timur, selatan, dan barat daya . Suhu udaranya 15-21 derajat Celsius dan kelembaban udaranya 66-85 persen dan tekanan udara 627.7-708.7 mmHg.

Pada periode pengamatan selama enam jam itu, BPPTKG juga tidak mengamati adanya guguran lava.

Baca juga: Aktifitas Merapi Terpantau Makin Meningkat, Warga Diminta Tetap Waspada

Hingga saat ini, BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Sehubungan semakin jauhnya jarak luncur awan panas guguran Merapi, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi atau kantor BPPTKG, atau memantau media sosial BPPTKG.

Gempa Klaten

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan adanya dua kali gempa ringan yang mengguncang wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa (9/4). Kedua gempa kecil itu berkekuatan 2,2 SR dan 2,0 SR.

“Terjadi dua kali gempa kecil yang tidak dirasakan, masing-masing berkekuatan 2,2 SR pada pukul 12.46 dan 2,0 SR pada pukul 16.35 waktu setempat,” ungkap Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhi di Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa.

Dia menjelaskan gempa pertama berlokasi pada koordinat 7.71 LS dan 110.58 BT atau 1 k m barat laut Klaten pada kedalaman 10 km. Sedangkan, gempa kedua berlokasi pada koordinat 7.81 LS dan 110.52 BT atau 13 km barat daya Klaten pada kedalaman 10 km.

“Dua kejadian gempa tersebut merupakan gempa kecil, namun demikian, kejadian gempa bumi di Jawa Tengah rata-rata memang berkekuatan kecil,” katanya.

Dia juga mengatakan wilayah Jawa Tengah termasuk ke dalam zona seismotektonik aktif karena adanya pertemuan subduksi di Selatan Pulau Jawa. Ditambahkannya kemudian, kegempaan regional di wilayah Jawa Tengah dibagi atas dua kelompok.

“Yakni kegempaan lajur tunjaman Selatan Jawa Tengah yang makin dalam ke arah Utara berkedalaman dangkal 0 km-600 km, dan kegempaan lajur sesar aktif Jawa Tengah berkedalaman dangkal di bawah 100 km,” katanya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*