

Sejak Ngesti Pandawa tahun 1937 berdiri rupanya telah memiliki sederet waranggana (pesinden) yang akan menghidupkan suasana pementasan dengan lelagon (tembang) yang seolah-olah tidak pernah berhenti menghiasi adegan demi adegan. Bahkan sejak pementasan belum dimulai sampai wayang berakhir pesinden terus mengambil peran.
Salah satu pesinden senior yang dimiliki Ngesti adalah Nyi Ngatirah (pada tahun 2018 berusia 75). Setiap Sabtu malam datang ke gedung bersama pesinden lain yakni Nyi Kasanah (78)
Nyi Ngatirah adalah pesinden legendaris yang dimiliki Jawa Tengah. Disebut legendaris karena ia sering diajak rekaman karawitan bersama Ki Narto Sabdo bersama perkumpulan Condong Raos. Ngatirah mengakui beberapa rekaman itu tidak bisa disebutkan satu persatu karena saking banyakmya.
Tidak itu saja, ketika Jawa Tengah dipimpin Gubernur Soewardi (periode 1993-1998) Nyi Ngatirah beberapa kali diajak pentas ke berbagai negara. Misalnya ke negara-negara di Eropa, India pada pertengahan tahun 90-an.
Di Semarang, selain Nyi Ngariah ada juga pesinden lain misalnya Sukarni, Sofiatun, Harwarti dan Suwarni. Mereka memiliki jadwal tampil berbeda-beda di Ngesti Pandawa.

Leave a Reply