
Sampai pada generasi ketiga, Ngesti Pandawa masih memiliki para pemeran yang usianya di atas 70 dan sampai pada generasi ke tiga ini masih aktif ndhapuk (berperan). Bisa disebut salah satunya adalah Surjadi Santoso (71). Pada hari Sabtu 12 Agustus 2017, penulis menguntit kegiatan seniman yang sering memerankan tokoh tua Batara Narada dan Patih Sengkuni ini.
Selesai bekerja sebagai pedagang ikan konsumsi di sebuah pasar di Semarang Timur, Surjadi yang mengaku pernah menjadi anggota WO Wahyu Budoyo ini pada hari Sabtu setiap pekannya harus menyiapkan dirinya karena malamnya harus ke panggung. Sehabis bekerja harian ia perlu istirahat sejenak di rumahnya yang sederhana di asrama Ngesti Pandawa di Rusun Plamongansari setiap sebelum berpentas.
“Saya harus ngaso (istirahat sejenak) karena malam nanti harus ndapuk di Ngesti,” kata Mbah Sur, panggilan Surjadi. Tapi ia tidak tahu persis akan memerankan tokoh siapa, karena seperti tradisi Ngesti Pandawa, kepastian peran baru dapat diketahui dari sutradara beberapa menit menjelang pentas mulai.
Di masa sekarang Mbah Sur biasa main dhapukan sebagai Batara Narada atau Patih Sengkuni, tentu ini karena melihat postur tubuhnya yang kurus. Tapi menurut kisahnya pada awal-awal terjun di dunia wayang orang pada 1979 di WO Wahyu Budoyo Mbah Sur memerankan tokoh Adipati Karno. Itu dilakukannya saat ia dibon oleh Ngesti Pandawa pentas di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta dengan lakon Talirasa Rasatali. Waktu itu sebenarnya Ngesti Pandawa sendiri hanya menggantikan dalang Ki Anom Suroto yang berhalangan tampil di TIM.
Menurut Suryadi, tampil di TIM menjadi sebuah pengalaman mengejutkan, karena selama ini ia merasa sebagai anak wayang anyaran (baru) hanya memerankan peran-peran kecil di Wahyu Budoyo. Disebut mengejutkan, karena waktu itu ia justru “ditemukan” oleh Ki Narto Sabdo yang waktu itu memimpin Ngesti Pandawa.
Di belakang panggung Ki Narto Sabdo bertanya pada Bambang Sudinar (salah satu pemain rol).
“Siapa itu yang main Adipati Karno itu?” tanya Narto pada Bambang Sudinar.
“Lho itu Surjadi, anaknya Pakde Wiro,” jawab Bambang Sudinar. Pakde Wiro adalah pemain kendang tetap Ngesti Pandawa.
Setelah tampil di TIM itu oleh Ki Narto Sabdo, Suryadi mengaku ditawari resmi bergabung dengan Ngesti Pandawa. Tapi tidak sertamerta tawaran ini ia terima karena ia merasa masih pemain belajar main wayang, terlebih lagi orang-orang Ngesti Pandawa di mata Suryadi adalah para master sulit ditandingi.
Sebagai anak pengendang Wiro Sukarto, Suryadi telah ikut “nyantrik” di Ngesti Pandawa sejak 1967 dengan peran-peran kecil dan sampai saat ini lelaki yang sudah memiliki cucu ini mengaku tidak bisa meninggalkan dunia wayang orang, walau kondisi Ngesti Pandawa tidak menggembirakan seperti saat kelompok itu menginjak usia ke 80. “Sampai kapan pun saya akan terus main. Coba kalau saya tidak mayang pasti sekarang saya sudah memakai teken (tongkat penyangga tubuh) sejak dulu,” kata Suryadi.
Di usianya yang senja sebagai seniman wayang senior, Suryadi mewanti-wanti pada generasi muda Ngesti Pandawa agar terus mencintai pewayangan, dan agar membekalinya dengan kesungguhan dengan memahami filosofi beksan (menari).
Berjanji akan mengabdi sampai akhir hayat tampaknya juga ada pada diri Pariyah (72). Wanita bertubuh kecil ini setiap Sabtu malam rajin datang ke Ngesti Pandawa, karena ia memang anggota terlama di perkumpulan wayang itu.
Pariyah memang bukan pemain rol, karena peran yang dimainkan hanya sebatas peran-peran numpang lewat yang hanya duduk bersimpuh tidak lebih dari 10 menit, tanpa beksan dan dialog, dan untuk berdandan bisa sampai satu jam lamanya. Meskipun begitu para figuran ini dianggap bisa menjaga blocking panggung, sehingga untuk adegan-adegan tertentu tampak enak dipandang. Kalaupun hanya tampil sekitar 10 menit atau mungkin kurang, Pariyah mengaku nglakoni (melakukan) pekerjaannya dengan senang hati.
Meski demikian, Pariyah mampu juga melakukan antawacana dan bahkan menembang dengan baik jika memang perannya harus berdialog. Itu semua karena pengalaman bertahun-tahun dengan kesediaan luar biasa.

Leave a Reply