[widget id="text-5"]

Apa Yang Harus Dilakukan Ortu Saat Anak Terlanjur Dengar Kata ‘Ndasmu’?

JoSS, JAKARTA – Umpatan kata ‘Ndasmu’ belakangan jadi popular dan sering disebut-sebut di sejumlah siaran televisi dan media massa. Hal ini sangat mungkin didengar oleh anak-anak kecil bahkan tertarik untuk menirukannnya.

Anak yang belum atau sudah pernah mendengar, bisa saja bertanya maksud kalimat kasar yang terdengar.

Menghadapi kondisi ini, psikolog anak dan remaja Ratih Zulhaqqi dari Raqqi Consulting menyarankan orang tua tidak segan menjawab pertanyaan buah hati.

“Jika anak bertanya sebaiknya beri tahu makna kalimat atau kata kasar tersebut. Kemudian orang tua bisa menyampaikan jika kata itu kasar dan tidak patut disampaikan. Ada cara dan pilihan kata yang lebih baik saat berbicara,” kata Ratih saat dihubungi detikHealth, Selasa (9/4).

Baca juga: Kesalahan Pola Makan Anak Sebabkan Stanting

Ratih mengatakan, diskusi dengan anak wajib karena interaksi inilah yang berpeluang mencegah anak meniru perilaku tersebut. Diskusi juga bisa mencegah dampak perkataan kasar ke anak, misal tersinggung atau merasa tidak nyaman.

Diskusi memungkinkan anak merasa tidak didoktrin tanpa alasan jelas. Hasil diskusi mempengaruhi keputusan moral anak untuk memilih tidak ikut ngomong kasar, meski lingkungan sekitar punya perilaku tersebut.

Seiring bertambahnya usia anak, makin banyak daftar kosakatanya. Referensi pemilihan katanya kini tak hanya berasal dari keluarga, namun juga teman-teman di sekolah, guru, atau video di YouTube yang ia tonton. Tak heran jika tiba-tiba ia mengucapkan kata yang Anda hindari penggunaannya di rumah, misalnya seperti “bodoh”.

Anda tentu kaget si kecil bisa mengeluarkan kata-kata kasar. Apalagi jika kata itu sering ia ucapkan setiap ia kesal atau merujuk pada seseorang. Lantas, bagaimana cara menghadapinya?

Mulailah dengan memastikan ia tak mendengar kata itu dari orang tuanya sendiri. Mungkin Anda tak sadar, sering menggunakan kata ‘bodoh’ atau kata-kata kasar lainnya meski bukan kepada si kecil. Misalnya saat mesin cuci Anda rusak, Anda kesal dan berkata, “dasar mesin cuci bodoh!”.

Jika ya, pastikan Anda dan suami menghapus kata itu dari kosakata sehari-hari. Setelah itu ajak si kecil berdiskusi. Tak perlu menghakiminya, sebab mungkin anak tak begitu paham makna kata itu kasar.

Jelaskan bahwa bodoh adalah kata yang kurang baik untuk menyebut orang lain. Bodoh artinya otak seseorang tidak bekerja baik atau tidak mampu melakukan sesuatu dengan benar. Kata itu akan membuat orang sedih dan merasa tak nyaman.

Dengan memaparkan hal itu, anak tak hanya belajar bahwa kata bodoh itu buruk, melainkan juga belajar simpati dan toleransi. Belajar memahami perasaan orang lain jika menyebut temannya bodoh. (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


[widget id="text-3"]