MAGELANG, JOSS.CO.ID — Rencana penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses bantuan sekaligus memenuhi kebutuhan pokok. Meski demikian, keterbatasan stok dan belum lengkapnya produk komoditas masih menjadi kendala utama yang perlu diselesaikan agar operasional pelayanan berjalan optimal.
Kepala Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Iksan Maksum, menilai keberadaan KDKMP di tengah permukiman warga menjadi nilai tambah karena sangat mudah dijangkau. Selain itu, penetapan harga kebutuhan pokok yang relatif terjangkau diyakini dapat menarik minat masyarakat untuk berbelanja.
“Yang masih menjadi kendala itu stok dan kelengkapan barang. Kalau barangnya sudah komplet, insyaallah kita optimistis akan berjalan dengan baik,” ujarnya di sela acara pemantauan operasional KDKMP oleh Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, Minggu (18/10/2026).
Menurut Iksan, penyaluran bansos melalui KDKMP berpotensi besar meningkatkan aktivitas perekonomian koperasi sekaligus mendekatkan pelayanan publik kepada penerima manfaat.
“Menurut saya malah lebih bagus lagi. Masyarakat bisa langsung, entah itu tarik tunai atau membelanjakan barangnya di sini. Lokasinya dekat dan waktunya lebih panjang dibandingkan kalau pelayanan dilakukan di desa,” jelasnya.
Namun, Iksan mengingatkan pentingnya kesiapan manajemen dan personel pelayanan. Keterbatasan jumlah pengurus berisiko memicu penumpukan warga jika penyaluran bantuan dilakukan secara bersamaan. Sebagai solusinya, pihak koperasi dapat menerapkan sistem jadwal antrean bergelombang guna menyesuaikan kapasitas pelayanan.
Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, menegaskan bahwa skema teknis penyaluran bansos via KDKMP saat ini masih dalam tahap pematangan. Pemerintah terus berkoordinasi intensif dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serta PT Pos Indonesia.
“Skemanya memang direncanakan begitu. Semuanya akan ditransaksikan di KDKMP. Namun, mekanismenya harus dimatangkan supaya ketika operasional tidak ada kendala,” katanya.
Agus menambahkan, pemerintah telah memulai uji coba mekanisme transaksi bersama Bank BNI. Pengujian langsung di lapangan disiapkan secara cermat sebelum skema tersebut diimplementasikan secara meluas.
Dukungan serupa disampaikan Wakil Bupati Magelang, Sahid. Ia menekankan pentingnya pendampingan serta sosialisasi masif agar regulasi penyaluran bansos dapat terlaksana secara tepat sasaran.
“Pemerintah harus aktif mensosialisasikan program dari KDKMP ini. Dan tentunya kami sebagai Pemerintahan Kabupaten Magelang akan ikut mendampingi KDKMP karena tujuannya untuk keuntungan masyarakat,” ungkap Sahid.
Sahid mengungkapkan, sebanyak 50 titik KDKMP di wilayah Kabupaten Magelang telah resmi dilaunching. Kendati demikian, ia mengakui operasional belum berjalan maksimal lantaran ketersediaan barang kebutuhan pokok masih terbatas.
Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah penting bagi pengelola KDKMP dan instansi terkait. Selain pematangan regulasi dan sistem integrasi pembayaran, jaminan ketersediaan barang pasokan serta kapasitas pelayanan menjadi kunci utama kesuksesan program bansos berbasis koperasi desa ini.
Baca Juga: 109 Atlet dari 16 Negara Siap Unjuk Gigi di Polytron Kudus Indonesia Masters 2026

Leave a Reply