[widget id="text-5"]

Setelah Filipina dan China, Topan Super Doksuri Melanda Pesisir Provinsi Fujian Taiwan

Topan Super Doksuri
Kapal nelayan di pelabuhan di kota Xiamen di provinsi Fujian dalam persiapan menghadapi Topan Doksuri yang akan datang pada 26 Juli. Sumber: AFP/Getty Images

JoSS, TAIWAN – Topan (Super Typhoon) Doksuri telah berada di Selat Taiwan dan akan mendarat Jumat (28/7) pagi di pesisir Provinsi Fujian. Doksuri berada di selatan Quanzhou, salah satu kota di Fujian dan timur Shanwei kota di timur provinsi Guangdong atau barat Kaohsiung, Taiwan.

Observatorium Hong Kong memperkirakan Topan Super Doksuri akan mendarat di bagian selatan Fujian. Selanjutnya, sistem akan melemah secara bertahap.

Hujan dan badai yang berhubungan dengan Doksuri akan mempengaruhi wilayah pesisir Guangdong. Badai petir, angin kencang dan gelombang sesekali memengaruhi beberapa bagian wilayah.

Hujan disertai badai petir akan lebih sering di Hong Kong. Masyarakat harus memperhatikan ramalan cuaca terbaru, kata Observatorium.

Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA) mengatakan Doksuri yang bergerak ke utara barat laut dengan kekuatan angin topan yang kuat. Sistem ini diperkirakan akan menguat pada Jumat siang menjadi angin topan yang sangat kuat.

Menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC) Doksuri selama enam jam terakhir terletak 435 km selatan-barat daya Taipei, Taiwan, dan telah bergerak dengan kecepatan 13 km per jam (7 knot).

JTWC memperkirakan Doksuri akan mendarat di sekitar Xiamen, kota di Provinsi Fujian. Setelah pendaratan, sistem akan terus bergerak ke utara-barat laut.

Analisis suhu permukaan laut terbaru dari NOAA dan CIMSS menunjukkan perairan yang sangat hangat terletak di sepanjang pantai timur Cina. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh proses downwelling pantai menjelang badai. Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 10,7 meter (35 feet), kata JTWC.

Baca Juga: Tragedi Runtuhnya Atap Gimnasium Sekolah di China 10 Tewas, Belasan Terjebak di Reruntuhan

Sebelumnya, China dan Filipina telah memperingatkan rakyatnya untuk menghadapi Topan Super Doksuri yang diprediksi terjadi dalam waktu dekat ini. China mendesak kapal penangkap ikan untuk mencari perlindungan dan petani untuk mempercepat panen mereka, sedangkan Taiwan menghentikan latihan militer tahunan saat Topan Super Doksuri berputar lebih dekat ke Asia Timur.

Doksuri kemungkinan akan menjadi topan paling kuat yang mendarat di China sepanjang musim badai tahun ini. China nyaris lolos dari Topan Mawar, salah satu siklon tropis terkuat yang tercatat pada bulan Mei menuju ke China, tetapi kemudian beralih ke Utara menuju Jepang sebelum menghilang. Berdiameter hampir 1.000 km, Doksuri diperkirakan akan menyapu melewati pulau-pulau berpenduduk sedikit di ujung Utara Filipina pada pertengahan minggu.

Di sisi lain, angin kencang dan hujan lebat menerpa Taiwan di bagian Utara. Dilansir dari Reuters, Selasa (25/7/2023), pihak berwenang Filipina telah menaikkan tingkat peringatan badai di wilayah ibu kota dan lusinan provinsi utara dan telah mulai mengevakuasi beberapa komunitas pesisir di jalur badai.

Saat ini, Doksuri yang berkecepatan 223 km/jam akan mendarat di daratan China di suatu tempat di antara Provinsi Fujian dan Guangdong pada Jumat (28/7/2023). Meskipun Doksuri diperkirakan akan kehilangan sebagian kekuatan sebagai topan yang parah, namun topan itu masih akan menghantam kota-kota berpenduduk padat di China dengan hujan lebat dan angin kencang.

Fujian telah memerintahkan semua kapal nelayan lepas pantai untuk mencari perlindungan di pelabuhan terdekat dan petani untuk memanen padi dan tanaman lain yang telah matang. Prihatin dengan tanaman biji-bijian musim gugur, Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan China memperingatkan pada Senin (24/7/2023) bahwa Doksuri bisa pergi jauh ke pedalaman setelah mendarat dan memengaruhi tanaman bertangkai tinggi seperti jagung dan bahkan beras di daerah pedesaan.

Filipina Sementara di Filipina, Topan Super Doksuri menyapu Filipina bagian Utara pada Selasa (25/7/2023). Hal ini membuat pemerintah mengeluarkan perintah evakuasi bagi masyarakat pesisir yang diperkirakan akan menanggung beban badai yang kuat.

Topan Super Doksuri membawa angin berkecepatan maksimum 185 km/jam saat menuju ke kelompok tiga pulau berpenduduk sedikit di lepas ujung utara pulau utama Luzon, kata Badan Cuaca Filipina Badai, yang disebut “Egay” di Filipina, diperkirakan akan mendarat atau melintas sangat dekat dengan Pulau Babuyan atau Provinsi Cagayan Timur Laut pada Rabu (26/7/2023) sore, kata badan itu melansir CNA, Selasa (25/7/2023).

Kemudian akan bergerak menuju Taiwan dan China bagian Tenggara. Masyarakat pesisir di Provinsi Cagayan Barat Laut dan Timur Laut telah diperintahkan untuk mengosongkan rumah mereka untuk mengantisipasi gelombang badai yang mencapai, atau bahkan melebihi 3 meter. Tiga dari lima pulau Babuyan berpenghuni, dengan populasi sekitar 20.000 orang. Pejabat bencana setempat Charles Castillejos mengatakan masyarakat pesisir di pulau-pulau itu telah diperintahkan untuk meninggalkan rumah mereka, sementara para nelayan disuruh mengeluarkan perahu mereka dari air. (lna)

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


[widget id="text-3"]