[widget id="text-5"]

Keris Kyai Naga Siluman Milik Pangeran Diponegoro Kembali Ke Tanah Air

Keris Kyai Naga Siluman Pangeran Diponegoro | Foto: historia.id/rijksoverheid.nl

JoSS, JAKARTA – Setelah hilang ratusan tahun, keris Kyai Naga Siluman milik Pangeran Diponegoro akhirnya kembali ke Tanah Air. Melalui pencarian yang telah dilakukan sejak 1984, pusaka yang sangat berjaya pada era perang Jawa itu ditemukan di Museum Volkenkunde, Leiden, Belanda.

Pihak museum resmi menyerahkan kepada Museum Nasional Indonesia, Kamis (5/3). Penyerahan keris dilakukan Duta Besar Indonesia untuk Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja dan diterima langsung oleh Kepala Museum Nasional Indonesia Siswanto.

“Semoga hari ini menjadi berkat bagi kita semua. Karena hari ini merupakan momentum yang bersejarah dengan kembalinya keris Pangeran Diponegoro sejak keluar dari tanah air kita 150 tahun lalu,” ujar Dubes Puja, seperti dikutip dari Historia.id.

Puja tiba di Jakarta pagi tadi menumpang pesawat Garuda Indonesia dari Amsterdam dan membawa serta keris Pangeran Diponegoro tersebut. Menurutnya, inilah keris Kiai Naga Siluman yang selama ini dicari-cari.

“Riset dokumentasi yang dilakukan menunjukkan ke arah keris ini. Sehingga pakar kita dan juga dari pihak Museum Volkenkunde yakin seyakin-yakinnya bahwa ini adalah keris yang dicari-cari, yaitu keris Naga Siluman milik Pangeran Diponegoro,” ujar Puja di Museum Nasional.

Anggota Tim Verifikasi Keris Pangeran Diponegoro, Sri Margana mengungkapkan, orang pertama yang melakukan penelitian adalah Pieter Pott, kurator museum dan kemudian menjabat sebagai direktur Museum Volkenkunde di Leiden, Belanda, tempat keris itu dikoleksi.

Baca juga: Malioboro Bakal Dijadikan Ruang Terbuka Besar, Perubahan Arus Lalin Disiapkan

Penelitian tersebut kemudian diikuti oleh Prof Susan Legene dari Frije Universiteit Amsterdam, Johanna Leifeldt (1917) dan Tom Quist (2019). “Dari penelitian empat peneliti itu ditemukan ada tiga keris yang diduga milik Pangeran Diponegoro,” kata Sri Margana, seperti dikutip dari SINDOnews.com.

Sementara itu, peneliti lain Tom Quist sepakat dengan pendapat Johanna Leifeldt bahwa dua keris lain yang ditemukan oleh Pieter Pott dan Susan Legense dipastikan bukan milik Pangeran Diponegoro.

Quist dan Leigjfeldt kemudian menemukan tiga keterangan yang kemudian digunakan untuk mengidentifikasi keris Kiai Nogo Siluman. Keterangan pertama berasal dari surat Sentot Prawirodirjo, mantan perwira perang Diponegoro. Yang kedua keterangan Kolonel Jan-Baptist Cleerens yang membawa keris tersebut. Ketiga, surat dari pelukis Raden Saleh yang mendeskripsikan bentuk keris itu.

Bukti-bukti tersebut telah dikonfirmasi oleh Sri Margana yang juga Ketua Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam tim ahli dari Indonesia. Pada 24 Februari lalu, Margana datang ke Belanda untuk memastikan keaslian keris tersebut.

Keris Naga Siluman berbahan dasar besi berwarna hitam dengan ukiran berwarna emas. Terdapat wujud naga yang tubuhnya memanjang di sekujur bilah keris. Tubuh naga ini dulunya dilapisi emas namun sekarang hanya beberapa jejak emas yang tersisa.

Sementara itu, ada satu lagi wujud naga yang membuat keris ini dinamai Kiai Naga Siluman. Ukiran naga itu tersembunyi di bagian bawah bilah keris yang berdekatan dengan gagang keris. Sosok naga ini hanya bisa terlihat dari posisi tertentu. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


[widget id="text-3"]