
JoSS, LOS ANGELES ā Otorita kesehatan Los Angeles melakukan karantina terhadap 900 siswa dan staf di dua universitas di negara bagian ini. Para siswa dikarantina di kampus atau di suruh pulang. Langkah ini sebagai upaya untuk menekan penularan campak yang semakin menggila di Amerika.
Seperti diketahui, jumlah kasus campak di AS mencapai jumlah tertinggi dalam 25 tahun. Jumat (26/4) sore, dua hari setelah Los Angeles County memerintahkan tindak pencegahan itu.
Sekitar 200 dari mereka yang terimbas dibolehkan pulang setelah menunjukkan bukti bahwa mereka kebal terhadap penyakit itu, baik melalui rekam medis atau uji laboratorium, ujar pejabat kampus.
Apa yang terjadi di University of California Los Angeles dan California State University, Los Angeles, dengan total lebih 65 ribu mahasiswa – mencerminkan keseriusan petugas kesehatan masyarakat menanggapi wabah di negara itu.
Mereka yang dikarantina diperintahkan tinggal di rumah dan menghindari kontak dengan orang lain. Namun tidak jelas bagaimana perintah itu bisa dijalankan atau hukuman apa yang akan diterapkan kepada pelanggar.
Jumlah kasus campak di Amerika naik menjadi hampir 700 kasus pada tahun ini, termasuk lima di Los Angeles County dan 38 di seluruh California. Penyebab lonjakan kasus itu terutama karena orangtua tidak memvaksinasi anak setelah mendapat informasi yang salah tentang bahaya yang mungkin timbul dari vaksinasi.
Dikutip dari VOAIndonesia, jumlah kasus campak di Amerika terus bertambah pada tingkat yang mengkhawatirkan, memaksa beberapa pejabat untuk mengambil tindakan yang tidak biasa.
Para pejabat kesehatan mengatakan jumlah kasus di AS melonjak menjadi 465 pada pekan lalu, naik dari 387 pada minggu sebelumnya.
Menanggapi wabah di komunitas Yahudi ultra-Ortodoks, pejabat Kota New York pada hari Selasa menyatakan keadaan darurat kesehatan.
Baca juga: Sara Wijayanto Masuk Radar Paranormal Amerika
Walikota Bill de Blasio mengatakan orang yang tidak divaksinasi yang tinggal, bekerja atau bersekolah di empat kode pos di bagian Williamsburg di Brooklyn akan diminta untuk mendapat vaksin campak, gondok dan rubela, yang dikenal sebagai MMR, untuk mengurangi wabah dan melindungi warga lainnya.
Para pejabat mengatakan 285 kasus campak telah dikonfirmasi di kota New York sejak awal perebakan tersebut, yang terbesar di kota itu sejak 1991. Dua pertiga kasus yang dilaporkan secara nasional pekan lalu terjadi di kota ini.
Meskipun sebagian besar pemimpin agama di komunitas besar Ortodoks di Brooklyn mendukung upaya vaksinasi, pejabat kota mengatakan sebagian menolak upaya tersebut karena salah informasi.
Mereka yang menolak divaksinasi atau tidak bisa membuktikan telah menerima vaksin bisa dikenai denda $1.000.
“Setiap jam, setiap hari penting di sini. Jika orang mau dan mendapat vaksinasi, tidak ada alasan untuk denda,” kata de Blasio. (lna)

Leave a Reply